Bisakah Nilai IQ Ditingkatkan?

Kompas.com - 18/08/2016, 12:10 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Selama ini dipercaya bahwa kecerdasan adalah sesuatu yang kita miliki sejak lahir. Tetapi, bagaimana jika kecerdasan lebih fleksibel dari yang kita duga?

Ide untuk meningkatkan kecerdasan selalu ada dari masa ke masa. Sebagian pakar meyakini bahwa bukan hal yang mustahil untuk meningkatkan nilai IQ sampai beberapa poin, baik melalui "olahraga otak" atau dengan bantuan "obat pintar".

Menurut Association for Psychological Science, kecerdasan dibagi dalam dua kategori: yang sifatnya cair dan mengkristal.

Kecerdasan cair adalah kemampuan untuk menalar dalam cara abstrak dan menyelesaikan masalah. Sementara kecerdasan yang mengkristal lebih terkait dengan keterampilan intelektual, atau kemampuan membaca dan komperhensi.

Meski kecerdasan mengkristal secara umum bertambah seiring dengan usia dan hal-hal baru yang kita pelajari, kecerdasan cair justru relatif stagnan.

Sejumlah ilmuwan berupaya mencari cara untuk meningkatkan kecerdasan cair dengan obat-obatan, yang disebut obat pintar. Misalnya saja obat modafinil, yang biasa dipakai untuk mengobati gangguan tidur. Obat itu ternyata juga berpengaruh pada kemampuan kognitif pada orang yang cukup istirahat.

Obat tersebut juga diketahui memiliki efek negatif sedikit, misalnya saja insomnia, sakit kepala, dan mual.

Walau demikian, modafinil dan obat lain hanya meningkatkan fungsi berpikir dalam jangka pendek. Mengonsumsi obat serupa tidak bisa meningkatkan kecerdasan secara umum.

Latihan otak

Memori kerja terkait dengan proses belajar kompleks, pemecahan masalah, dan kendali perhatian umum. Dengan demikian, secara alami meningkatnya kapasitas memori bisa meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan keterampilan belajar.

Paling tidak, hal itu yang dipercaya para ahli. Salah satu contoh, dalam studi tahun 2008 yang dimuat dalam jurnal PNAS disebutkan, melakukan latihan selama 10 jam untuk memori kerja bisa meningkatkan kecerdasan cair.

Selain itu, para partisipan dalam studi itu bukan hanya mengalami peningkatkan memori kerja, tetapi juga pada tugas-tugas lain yang tak terkait dengan kognitif. Hasil penelitian itu memang belum bisa disimpulkan.

Masih terbuka kemungkinan kelak ditemukan cara meningkatkan nilai IQ seseorang. Misalnya saja, anak-anak autisme yang mendapat bimbingan intensif dalam hal komunikasi, membaca, matematika, fungsi sosial, dan keterampilan bermain, mengalami peningkatan poin IQ.

 

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X