Kompas.com - 24/08/2016, 16:00 WIB
Media edukasi Dok Forum NgobrasMedia edukasi "Yuk Main di Luar" dengan pembicara (dari Kiri ke kanan) presenter Sophie Navita, Naomi Soetikno M.Psi, dr.Indarti Soekotjo, Sp.KO, di Jakarta, Selasa 23/8/2016.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Selalu bermain gawai sejatinya berlawanan dengan kondisi alami anak-anak. Sejak dilahirkan anak ditakdirkan untuk bergerak. Mereka belajar telungkup, merangkak, memanjat, berjalan dan berlari.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dan pemerhati kebugaran anak dr. Indarti Soekotjo,SpKO mengatakan,"Sayangnya, orang tua justru lebih cenderung menginginkan anaknya diam dengan berbagai alasan. Seperti misalnya, takut anak jatuh."

Orang tua pun merasa lebih aman jika anak diam sambil bermain gadget. Kecenderungan yang terjadi, anak memang jadi lebih senang diam sambil main gawai. Kemudian anak lebih banyak mengonsumsi makanan yang tak sehat yang kaya kalori. Kombinasi kurang gerak dan kelebihan kalori ini menyebabkan anak mengalami obesitas.

Di Indonesia jumlah anak yang mengalami obesitas ini semakin banyak. Di 2014 jumlahnya mencapai 13 persen atau naik tiga kali lipat dari tahun 2000.

Resep untuk mengatasi obesitas ini adalah membiasakan anak bergerak dan beraktivitas fisik yang disesuaikan dengan jumlah kalori yang masuk. "Semakin besar kalori yang dikonsumsi anak, aktivitas geraknya harus diperbanyak," kata dokter yang akrab disapa dr Titi ini.

Anak sebaiknya aktif bermain di luar minimal 60 menit. Mereka dapat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai atau bersepeda. Untuk aktivitas tinggi yang meningkatkan kemampuan jantung, mereka dapat bermain basket, sepakbola atau lari.

Aktivitas di luar rumah itu amat baik di lakukan di bawah sinar matahari pagi. "Hal itu amat baik untuk kesehatan tulang mereka," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cacingan
Cacingan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.