Kompas.com - 26/08/2016, 15:15 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Orang yang bermain musik tidak hanya memiliki IQ yang lebih tinggi, tapi juga memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik, dan lebih bisa multitasking daripada yang tidak bermain musik.

Sebuah penelitian menunjukkan, fungsi otak eksekutif, prediktor kesuksesan akademik yang terkuat, terlihat lebih cemerlang pada mereka yang gemar bermusik.

Beberapa penelitian sebelumnya, walau tidak menunjukkan hubungan langsung, juga membuktikan bahwa bermain musik membuat orang menjadi lebih pintar.

Status sosial ekonomi adalah prediktor nilai sekolah, yang juga merupakan prediktor kemampuan membayar pelajaran bermusik. Diduga juga, orang-orang yang memiliki kesabaran dan bakat untuk bermusik adalah orang-orang yang memiliki kesabaran dan bakat untuk mendapatkan nilai yang baik. Korelasi ini ada namun tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Salah satu studi yang meneliti hubungan antara bermusik dengan kemampuan berpikir adalah studi pada tahun 2011 yang menguji IQ anak-anak usia sembilan sampai 12 tahun, yang bermusik dan yang tidak.

Para peneliti menguji indikator fungsi otak eksekutif, yaitu kemampuan mereka dalam berpikir tingkat tinggi. Indikator-indikator tersebut mencakup kemampuan mereka untuk multitasking, membuat keputusan yang baik, menghambat perilaku buruk, dan memecahkan masalah.

Peneliti menemukan, bahwa anak-anak yang bermusik memiliki indikator fungsi otak eksekutif yang lebih baik dibanding anak lain yang tidak bermain musik.

Peneliti E. Glenn Schellenberg, dari University of Toronto Mississauga, menemukan korelasi antara musik dan IQ namun hubungan antara musik dan fungsi eksekutif tidak meyakinkan.

"Hasil penelitian tidak memberikan dukungan untuk hipotesis bahwa hubungan antara musik dan IQ dimediasi oleh fungsi eksekutif," tulis Schellenberg. Namun ahli saraf di balik penelitian saat ini tidak begitu yakin tentang hal itu.

Tim dari Rumah Sakit Anak Boston ingin mengimbangi kekurangan penelitian lainnya. Jadi mereka menghapus dua variabel penting, mencocokkan peserta 57 studi dan memasukkannya dalam kontrol dan uji kelompok berdasarkan kesetaraan IQ dan latar belakang sosial ekonomi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.