Kompas.com - 03/09/2016, 11:48 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Anak tidak suka makan buah dan sayur merupakan keluhan yang sering didengar dari para ibu. Tanpa disadari, ketidaksukaan anak pada makanan sehat itu ternyata bersumber dari orangtua sendiri.

Menurut psikolog Anna Surti Ariani M.Psi, orangtua sangat berpengaruh pada kebiasaan makan anak, termasuk dalam konsumsi sayur dan buah.

"Dari penelitian, jika orangtua mau terlibat dan memberikan makanan dengan teknik yang tepat, asupan sayur dan buah anak akan sesuai dengan yang disarankan ahli nutrisi," kata psikolog yang akrab disapa Nina ini dalam acara peluncuran program PAUD Healthy Eating Habit yang diadakan Sarihusada di Jakarta (2/9/16).

Sayangnya, menurut Nina, masih banyak orangtua yang tidak tahu, bahkan melakukan hal-hal yang tidak disarankan dalam proses pemberian makanan. "Gara-gara itu asupan buah dan sayur anak jadi berkurang, bahkan tidak ada sama sekali," ucapnya.

Ia memberikan beberapa contoh pemberian makan yang tidak tepat, misalnya mencekoki anak dengan jamu atau memaksa anak makan, anak selalu disuapi, memberikan makan sambil mengajak jalan-jalan atau bermain, serta sambil menonton televisi.

"Sering dipaksa tentu membuat anak trauma terhadap makanan tersebut. Ini akan membuat semakin sulit lagi bagi anak untuk makan," katanya.

Kebiasaan makan sambil melakukan aktivitas lain juga membuat anak kurang memperhatikan makanannya. "Anak tidak sadar berapa banyak makanan yang masuk dalam perut. Ia juga tidak tahu kapan lapar dan kapan sudah kenyang. Dalam jangka panjang anak bisa obesitas," paparnya.

Orangtua memang harus sabar dan berkomitmen agar anak menyukai makanan bergizi. "Ada banyak cara kreatif yang bisa dilakukan tanpa memaksa anak. Keterampilan itu akan diajarkan dalam kelas parenting PAUD Healthy Eating Program," kata Nina.

Dalam PAUD Healthy Eating Program, Sarihusada akan melakukan serangkaian kegiatan untuk mendorong kebiasaan makan sehat pada anak usia dini.

Menurut Joris Bernard, Brand Business Unit Director Sarihusada, kegiatan yang dilakukan di enam PAUD di Jabodetabek ini meliputi dukungan penyediaan makanan bergizi seperti buah dan sayur, aktivitas berkebun bagi anak, dan kelas parenting untuk orangtua dari para psikolog.

Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, mengatakan, pemberian buah dan sayuran merupakan bentuk dukungan pada hak tumbuh kembang anak dan hak mendapatkan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.