Kompas.com - 08/09/2016, 14:00 WIB
Ilustrasi TOTO SIHONOIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Faktor risiko yang memicu bunuh diri bisa berasal dari faktor biologis, psikologis, dan sosial.

Dari faktor biologis, bunuh diri bisa dipicu soal genetika, gangguan keseimbangan neurotransmiter di otak yang membuat rentan depresi, ataupun efek samping obat tertentu. ”Seseorang yang punya riwayat keluarga pernah bunuh diri berisiko lebih besar bunuh diri,” kata Benny.

Dari aspek psikologis, bunuh diri bisa dipicu gangguan kepribadian ambang; memiliki gangguan psikotik berat, seperti skizofrenia dan bipolar; kepribadian suka menyalahkan diri. Pemicu lain adalah pemahaman diri atas penyakit kronik yang diderita.

Sementara faktor sosial pemicu bunuh diri antara lain tak punya ikatan kuat keluarga atau teman dan akses ke layanan kesehatan jiwa terbatas. Faktor lain ialah sistem lingkungan tak mendukung, seperti tak ada pagar di jalan layang yang memungkinkan seseorang melompat bunuh diri.

Meski demikian, bunuh diri bisa ditekan karena faktor pelindung, seperti tak kecanduan alkohol, tak memakai obat terlarang, dan agama, sehingga otak melepas lebih banyak hormon kebahagiaan. Semua pihak perlu mengambil upaya penyelamatan agar bunuh diri tak terus bertambah. (WAD/MZW)

 

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 September 2016, di halaman 1 dengan judul "Setiap Jam, Satu Orang Bunuh Diri".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.