Kompas.com - 16/09/2016, 14:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Sejumlah daerah telah memulai langkah positif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Payakumbuh, Sumatera Barat, misalnya, memprioritaskan kesehatan lingkungan dibandingkan upaya pengobatan.

Pemerintah daerah setempat membuka akses air bersih bagi warga. Hasilnya, jika sebelumnya 10 persen dari jumlah penduduk mendapat akses air bersih, kini 90 persen warga bisa mengakses air bersih. "Pemerintah melarang warga buang air besar di kolam ikan sehingga ikan yang dihasilkan bermutu baik," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Widji Lestariono mengatakan, Banyuwangi juga menerapkan program arisan jamban yang dipelopori Puskesmas Tampon, Banyuwangi. Penggunaan jamban menurunkan angka kasus penyakit akibat lingkungan. Jika angka kasus kesakitan akibat lingkungan buruk 35 persen pada 2013, pada 2015 turun jadi 18 persen.

Menurut Nila, puskesmas diharapkan menjadi garda utama menangani masalah kesehatan masyarakat. Ada 155 jenis penyakit bisa ditangani puskesmas. Namun, saat ini, terjadi penumpukan pasien di RS tipe A dan tipe B, padahal ada beberapa penyakit bisa diselesaikan di RS tipe B ataupun puskesmas.

Dokter spesialis di rumah sakit tipe A akhirnya mempunyai banyak pasien. Kondisi itu menyebabkan dokter spesialis hanya mempunyai sedikit waktu untuk melaksanakan riset dan menangani kasus yang memerlukan keahlian khusus.

Untuk itu, para dokter di puskesmas dituntut memiliki kemampuan untuk menangani 155 penyakit. Dokter yang bertugas di puskesmas juga diharapkan menjadi dokter keluarga, karena keluarga pasien di puskesmas perlu dipantau kesehatannya. "Beri obat yang terjangkau harganya lebih dulu. Kalau dengan obat murah bisa sembuh, mengapa harus mahal," ujarnya. (NIT)


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 September 2016, di halaman 13 dengan judul "Beban JKN Berat, Banyak Pasien Sakit Parah".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.