Kompas.com - 19/09/2016, 11:15 WIB
Ilustrasi virus HPV ShutterstockIlustrasi virus HPV
|
EditorBestari Kumala Dewi

Sama seperti kanker serviks, hampir 100 persen kasus kutil kelamin juga disebabkan oleh HPV. Menurut Samsuridjal, masalah kutil kelamin pun banyak ditemui. Menurut data WHO tahun 2012, setiap detiknya muncul satu kasus baru kutil kelamin.

Sayangnya, keberadaan HPV masih sering diabaikan. Ketika HPV masuk ke tubuh manusia, memang tidak ada gejala apapun yang muncul. 

"Virus ini cepat sekali menular. Kalau sudah terinfeksi virusnya tenang saja, enggak ketahuan sudah terkena. Makanya kita bilang ini virus yang ramah, tetapi lama-kelamaan merusak," sambung Ketua Indonesian Working Group on HPV, Prof. DR. dr. Andrijono, SpOG (K).

Sudah vaksin HPV belum?

Menyedihkan jika melihat data kasus penyakit karena HPV. Sebab, penularan HPV sebenarnya bisa dicegah. Sudah ada vaksin yang terbukti mencegah HPV dan tentunya sekaligus mencegah kanker serviks hingga kutil kelamin.

Vaksin sudah bisa diberikan kepada anak sejak berusia 10 tahun. Usia anak atau remaja dinilai paling efektif mendapat vaksin HPV untuk mendapat perlindungan seumur hidup dari ancaman kanker serviks, kanker anal, hingga kutil kelamin.

Jika sudah melewati usia anak, tak perlu khawatir. Menurut Samsuridjal, sebuah studi mengungkap vaksin HPV masih bisa diberikan sampai usia 55 tahun.

Akan tetapi, bagi yang sudah menikah atau aktif berhubungan seksual, harus deteksi dini kanker serviks dengan IVA, pap smear, atau tes DNA HPV. Idealnya dilakukan setelah tiga tahun menikah. Jika ditemukan lesi pra kanker pada serviks, tidak diperlukan operasi besar.

Biaya vaksinasi dan deteksi dini akan jauh lebih murah ketimbang biaya jika terkena kanker stadium lanjut. Jadi, jangan lagi abai dengan masalah kesehatan ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Atresia Ani
Atresia Ani
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung

Health
Distonia

Distonia

Penyakit
9 Makanan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

9 Makanan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Health
Sindrom Mallory-Weiss

Sindrom Mallory-Weiss

Penyakit
Apa Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah terhadap Kesehatan?

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
11 Cara Menghilangkan Serak secara Alami, Obat, atau Perawatan Medis

11 Cara Menghilangkan Serak secara Alami, Obat, atau Perawatan Medis

Health
Multiple Myeloma

Multiple Myeloma

Penyakit
5 Makanan untuk Menaikkan Trombosit Anak secara Alami

5 Makanan untuk Menaikkan Trombosit Anak secara Alami

Health
11 Cara Mudah Mengatasi Leher Gatal

11 Cara Mudah Mengatasi Leher Gatal

Health
Kenali Apa itu Vaginismus, Gangguan Susah Penetrasi Vagina

Kenali Apa itu Vaginismus, Gangguan Susah Penetrasi Vagina

Health
8 Penyebab Suara Serak, Tak Hanya Tenggorokan Kering

8 Penyebab Suara Serak, Tak Hanya Tenggorokan Kering

Health
Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Health
Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Health
Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.