Kompas.com - 20/09/2016, 09:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Para ilmuwan menemukan bahwa hormon progesteron, ternyata dapat membantu wanita melawan efek terburuk dari flu.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Pathogens, menunjukkan bahwa progesteron yang biasa ada di dalam sebagian besar pil kontrasepsi memiliki efek menggembirakan dalam mengurangi peradangan paru-paru dan mendorong perbaikan paru lebih cepat.

Para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore, Maryland, meneliti dua kelompok tikus betina. Satu kelompok diberi implan progesteron dan yang lain tidak.

Kedua kelompok terinfeksi dengan virus influenza A. Namun, tikus-tikus yang mendapat implan progesteron menunjukkan kasus peradangan paru yang lebih sedikit dan fungsi paru-paru lebih baik daripada tikus tanpa implan. Peneliti mengamati sel-sel paru-paru yang rusak mengalami perbaikan lebih cepat pada tikus dengan implan.

Mereka menemukan, bahwa progesteron membantu tikus memerangi efek serius dari flu dengan meningkatkan produksi protein amphiregulin dalam sel-sel yang melapisi paru-paru.

Para peneliti kemudian membesarkan tikus yang kekurangan amphiregulin dan menemukan bahwa dalam ketiadaan amphiregulin, efek positif dari progesteron juga menghilang. Ketika terinfeksi flu, tingkat alami progesteron pada tikus turun drastis.

Percobaan diulangi dengan memberikan tikus progesteron sintetis dan para peneliti mendapatkan efek yang sama.

Para ilmuwan percaya, ini mungkin berlaku bagi manusia juga. Wanita yang menggunakan pil KB dengan tingkat hormon progesteron yang lebih tinggi dapat melawan jumlah efek tidak enak ketika terserang flu.

"Meski banyak wanita di dunia ini yang menggunakan pil kontrasepsi, tapi sangat sedikit yang mengamati efek pil itu terhadap reaksi tubuh mereka dalam merespon infeksi di luar penyakit menular seksual," kata pemimpin studi Sabra L. Klein.

"Memahami peran progesteron dalam memperbaiki sel-sel paru-paru mungkin merupakaan hal yang penting untuk kesehatan wanita."

"Kami benar-benar ingin memahami bagaimana terapi progesteron ini bekerja pada manusia untuk menjaga wanita dari risiko komplikasi akibati flu," tambah Klein.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.