Kompas.com - 26/09/2016, 21:35 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Loofah, puff, sikat halus atau apapun yang Anda gunakan untuk menggosok tubuh kala mandi merupakan media subur pertumbuhan bakteri pemicu alergi, iritasi kulit, bahkan infeksi.

Kulit halus juga bisa menjadi tempat berkembang biak yang baik bagi bakteri. Pasalnya, loofah, spons atau sikat mandi bisa menyimpan sel-sel kulit mati dalam celah dan menjadi makanan bagi bakteri untuk berkembang.

Kemudian, penempatan di lingkungan kamar mandi yang hangat, lembab dan kotor, sangat memungkinkan jamur untuk tumbuh di sisa sel kulit mati yang masih tertinggal, kata J. Matthew Knight, MD, seorang dermatolog dari Knight Dermatology Institute.

“Jamur kulit, kulit mudah alergi, kulit gatal, iritasi, bahkan infeksi, bisa dipicu oleh spons mandi yang Anda gunakan,” katanya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Microbiology menemukan, loofah merupakan tuan rumah berbagai spesies bakteri dan bakteri dapat tumbuh dengan berlebihan hanya dalam semalam.

Itu akan menjadi sangat buruk jika Anda menggunakan loofah penuh kuman pada kulit yang habis dicukur, bakteri memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam setiap goresan, yang dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.

Itu sebabnya 9 dari 10 dermatologis merekomendasikan untuk tidak menggunakan loofah, atau spons mandi yang memiliki celah.

Namun, jika Anda tidak bisa membayangkan mandi tanpa spons atau loofah, Anda perlu mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk memastikan spons itu super bersih. Mulailah dengan menggantinya setiap 2-3 minggu sekali, kata Sejal Shah M.D., dermatolog di New York.

Bila Anda melihat bintik-bintik jamur yang tumbuh di atasnya atau mulai mengembangkan bau apek, gantilah dengan yang baru.

Untuk membuatnya bertahan lebih lama, usahakan tidak meninggalkannya di kamar mandi, di mana lingkungan yang lembab mendorong bakteri untuk tumbuh. Sebaliknya, biarkan kering setelah digunakan dengan meletakkannya di tempat kering.

Shah merekomendasikan, untuk merendamnya dalam larutan pemutih yang diencerkan selama lima menit, seminggu sekali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.