Kompas.com - 27/09/2016, 08:06 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah mendengar istilah baby blues? Atau mungkin justru sebagian dari Anda pun sudah pernah mengalami yang namanya baby blues?

Menurut Fonda Kuswandi, S.Psi., Praktisi Hypno-birthing, Hypnobreastfeeding, Hypnoparenting dari Pro V Clinic Holistic Health Care Jakarta, setelah melahirkan, hormon-hormon kehamilan menurun drastis. Lalu, diganti dengan produksi hormon-hormon untuk menyusui. Nah, fluktuasi atau perubahan hormonal dalam tubuh ini bisa menimbulkan efek kurang nyaman. Alhasil, memicu perasaan-perasaan negatif.

Penyebab lain munculnya baby blues adalah kondisi psikologis ibu baru, misalnya ada rasa kecewa, rasa bersalah atas proses persalinan yang baru saja dilewati, mengalami kesulitan menyusui, khawatir dirinya tak bisa menjadi ibu yang baik bagi bayi, kelelahan kewalahan berperan sebagai ibu baru.

“Ya, dalam proses adaptasi menjadi seorang ibu baru, di minggu-minggu pertama terjadi perubahan hormonal dan psikis yang bisa saja menyebabkan terjadinya baby blues,” terang Fonda pada tabloidnova.com tentang tanda-tanda seorang ibu mengalami baby blues.

Lebih lanjut, Fonda memaparkan bahwa munculnya kendala psikis tersebut kemungkinan karena kurangnya persiapan mental dalam menghadapi berbagai kemungkinan ketika “berperan ganda”, baik itu mengurus suami, diri sendiri maupun merawat bayi. Apalagi ia mendapati hal-hal yang belum pernah ia alami dalam mengasuh dan merawat si Kecil. Bagi sebagian ibu baru, ini tentunya dapat menimbulkan masalah.

Inilah 3 ciri khas ibu yang mengalami baby blues:

Merasa Bosan, Sedih, dan Lelah
Usai melahirkan, ibu merasa bosan karena yang dihadapinya sehari-hari hanyalah seputar merawat dan mengasuh bayi yang ternyata cukup merepotkan. Apalagi jika tak ada siapa pun yang membantu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Efeknya ibu mengalami kelelahan yang luar biasa, kurang istirahat, ingin tidur tapi tidak bisa tidur, bahkan insomnia. Akibatnya ibu pun bisa mengalami penurunan konsentrasi.

Di sisi lain, bayi yang semula manis kini sering rewel dan menangis tiada henti. Semua cara sudah dikerahkan, tapi si kecil tetap saja menangis. Alhasil, ibu ikut-ikutan sedih bahkan menangis. Rasa kecewa atau kesal bercampur aduk karena segala upaya yang sudah dilakukan ternyata tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.


Mudah Marah, Tersinggung, dan Lebih Sensitif
Kala melihat bayi sering menangis bahkan mengalami muntah, misalnya, dan sebagainya, ibu secara tak sadar malah memarahi atau membentak si kecil. Di sisi lain, suami biasanya bingung kenapa istrinya jadi sensitif dan mudah tersinggung. Sang ibu jadi tambah kesal karena suami tak berusaha membantu menyelesaikan problem yang dihadapinya. Intinya, ibu menjadi tidak sabar, mudah marah, dan mudah terpancing emosinya.

Merasa Terasing, Bersalah, dan Malu
Selama berada di RS, begitu usai melahirkan, ibu mendapatkan perhatian penuh dari keluarga, kerabat, teman dan lainnya. Namun, begitu pulang ke rumah, kondisi bisa berubah 180 derajat. Ibu kurang mendapat perhatian dari lingkungan terdekat dan harus mengurus  bayi lebih intens dari siapa pun.

Masalah bisa makin bertumpuk tatkala ibu menemui kesulitan dalam memberikan ASI misalnya, sementara tuntutan mengurus kebutuhan suami dan diri sendiri harus tetap dipenuhi.

Bayangan semula yang terasa menyenangkan kini menyergap dalam bentuk aneka kerepotan. Akibatnya, ibu merasa terasing. Belum lagi bila orangtua atau mertua banyak memberi komentar atau terlalu ikut campur soal pengurusan anak hanya karena merasa lebih berpengalaman. Hal-hal semacam ini gampang membuat ibu semakin bingung. Dalam hati, muncul rasa bersalah sekaligus malu bila dikomentari kurang terampil mengurus anak dan sebagainya.

(Hilman Hilmansyah/TabloidNOVA)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vitiligo: Gejala, Jenis, dan Penanganannya

Vitiligo: Gejala, Jenis, dan Penanganannya

Health
Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular, Ini yang Harus Dilakukan

Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular, Ini yang Harus Dilakukan

Health
Kenapa Perut Bunyi Setelah Makan?

Kenapa Perut Bunyi Setelah Makan?

Health
Benarkah Garam Himalaya Lebih Sehat daripada Garam Meja?

Benarkah Garam Himalaya Lebih Sehat daripada Garam Meja?

Health
Mengenal Gejala dan Penyebab Gastritis

Mengenal Gejala dan Penyebab Gastritis

Health
12 Cara Mengatasi Perut Begah Secara Alami

12 Cara Mengatasi Perut Begah Secara Alami

Health
7 Penyebab Penyakit Kuning yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Penyakit Kuning yang Bisa Terjadi

Health
7 Cara Mengatasi Susah BAB saat Hamil

7 Cara Mengatasi Susah BAB saat Hamil

Health
10 Tanda Awal Demensia yang Harus Diwaspadai

10 Tanda Awal Demensia yang Harus Diwaspadai

Health
4 Hal yang Tanpa Disadari membuat Gairah Seks Pria Menurun

4 Hal yang Tanpa Disadari membuat Gairah Seks Pria Menurun

Health
8 Manfaat Cengkih bagi Kesehatan

8 Manfaat Cengkih bagi Kesehatan

Health
7 Manfaat Kumur dengan Air Garam untuk Kesehatan

7 Manfaat Kumur dengan Air Garam untuk Kesehatan

Health
3 Jenis Vitamin yang Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

3 Jenis Vitamin yang Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
3 Cara Alami untuk Mengatasi Maag

3 Cara Alami untuk Mengatasi Maag

Health
9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X