Kompas.com - 27/09/2016, 20:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kekerasan tidak hanya terjadi secara fisik, melainkan psikis juga. Dalam sebuah hubungan, kekerasan psikis yang disampaikan secara verbal atau bahasa tubuh ini sering tidak disadari padahal dampaknya sama-sama merusak.

Ada berbagai bentuk kekerasan verbal mulai dari teriakan kata-kata kasar sampai komentar lembut, atau gerakan tubuh yang merendahkan. Semua bentuk itu memiliki satu kesamaan yaitu hasrat mengontrol, ingin lebih unggul, menghindari tanggung jawab, serta mengingkari kesalahan.

Meski kekerasan verbal tidak meninggalkan tanda di tubuh, tetapi jelas merusak dan menyakitkan. Citra diri (self esteem) akan jatuh. Dalam rumah tangga, anak-anak juga akan melihat salah satu orangtuanya disakiti secara mental. Ini bisa membuatnya keliru mempelajari bagaimana sebuah hubungan harus dibangun.

Berikut adalah beberapa tanda Anda sudah menjadi korban kekerasan verbal

1. Merasa tidak bisa menang
Tak peduli seberapa besar Anda sudah berhati-hati atau mencoba melakukan sesuatu, pasangan akan memberi komentar yang membuat Anda merasa salah.

2. Kepercayaan diri turun
Pasangan Anda bukanlah penggemar setia, tapi pengkritik nomer satu. Meski mungkin dilakukan sambil bercanda, tapi ia sering memberi komentar Anda kurang menarik, kurang pintar, dan sebagainya. Ia juga berkilah bahwa kritik itu untuk kebaikan Anda sendiri.

3. Tak mau disalahkan
Ketika Anda mengungkapkan bahwa komentarnya menyakitkan atau tidak pantas, pasangan akan mengatakan Anda terlalu sensitif. Ia juga malah menuding Anda sengaja membuatnya tampak buruk. Yang harus disadari, ia sering tak mau mengambil tanggung jawab pada sebuah masalah. Seringkali ia menimpakan kesalahan pada orang lain.

4. Jadi bahan candaan
Pasangan Anda mungkin orang yang dikenal senang bercanda, tetapi seringkali ia merendahkan Anda di depan orang lain lewat humor-homornya. Bila Anda merasa keberatan dengan candaannya itu, ia justru menuduh selera humor Anda buruk. Pada akhirnya Anda jadi tidak yakin dengan diri sendiri.

5. Rumah bagai neraka
Rumah Anda bukanlah tempat yang paling ingin Anda datangi setelah beraktivitas seharian. Anda dan anak-anak justru merasa takut dan tidak nyaman di rumah. Saat berada di rumah, Anda berusaha semaksimal mungkin tidak ada yang terjadi dan membuat pasangan marah.

6. Kekerasan verbal bisa menjurus ke fisik
Meski Anda sudah sangat berhati-hati, terkadang kekerasan verbal bisa menjurus menjadi kekerasan fisik atau ia mulai menghancurkan barang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.