Sehatkan Jiwa Mulai dari Keluarga

Kompas.com - 07/10/2016, 20:00 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gangguan jiwa mungkin ada di lingkungan terdekat kita, tetapi kurang disadari dan dipahami. Penanganan masalah kejiwaan memang butuh dukungan semua pihak, tetapi dalam lingkup yang lebih kecil, pertolongan orang dengan masalah kejiwaan harus dimulai dari keluarga.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, dr. Fidiansyah, SpKJ, MPH mengatakan, keluarga memang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan jiwa anggota keluarganya.

"Keluarga juga bisa jadi pihak yang memberi pertongan pertama psikologis apabila menemukan gejala-gejala yang mengarah pada gangguan jiwa," kata Fidi.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Eka Viora, SpKJ menambahkan, dukungan keluarga akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup pasien jiwa. Dukungan awal bisa dimulai dengan menghapuskan stigma dan tidak mendiskriminasi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Mendukung dan tidak mengucilkan mereka sebagai anggota keluarga dapat mendukung pemulihan pasien jiwa.

Menurut Eka, pihak keluarga juga dapat memberikan informasi akurat tentang pasien untuk membantu tenaga kesehatan jiwa melakukan diagnosis dan perawatan yang tepat. Sama seperti penyakit fisik, gangguan jiwa juga bisa diobati sehingga pasien dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan kembali produktif.

"Kalau diobati bisa kembali seperti biasa. Jangan beri stigma yang dapat membuat mereka takut mengunjungi tenaga kesehatan," kata Eka.

Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia, Bagus Utomo, mengatakan pemberdayaan keluarga merupakan cara efektif untuk menghapus stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa maupun keluarga itu sendiri.

Bagus berharap, masyarakat dapat terbuka dan memahami jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala gangguan jiwa.

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini mengambil tema "Martabat dalam Kesehatan Jiwa: Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa Bagi Semua" dan sub tema "Jiwa yang Sehat berasal dari Keluarga Sehat".

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diharapkan dapat meningkatkan kepekaan dan kepedulian masyarakat terhadap masalah kesehatan jiwa orang-orang di sekitarnya

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X