Kompas.com - 09/10/2016, 21:45 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Ketika bicara soal masturbasi, aturan yang berlaku adalah yang sederhana dan aman. Tapi karena manusia kadang ingin mencicipi "bumbu kehidupan", banyak pria memutuskan untuk mencoba cara lain untuk bermasturbasi dengan teknik eksotis atau benda asing. Hati-hati, ini bisa berakhir dengan tidak baik.

1. Menggunakan cincin penis.

Cincin ini dirancang untuk menyempitkan aliran darah ke penis. Beberapa orang menganggap sensasi penyempitan aliran darah ini menyenangkan.

Tapi, penis yang tercekik akan dapat menyebabkan akumulasi distal-edema, sehingga penis bisa membengkak hingga dua kali dari biasanya, demikian menurut laporan kasus di India Journal of Surgery.

Untungnya, dilaporkan juga bahwa setelah dokter bisa melepaskan cincin penis itu, ukuran penis kembali ke ukuran normal.

2. Berdebar sampai muntah.

Setelah muntah-muntah, demam, skrotum bengkak, dan nyeri otot selama dua hari, seorang pria berusia 29 tahun akhirnya memutuskan untuk datang ke UGD. Dokter akhirnya mendiagnosisnya dengan gangren Fournier, jenis infeksi mikroba langka.

Penyebab? Ia melakukan masturbasi begitu sering, sehingga terjadi lecet pada batang penisnya. Inilah yang membuatnya rentan terhadap infeksi.

Dokter memberikan antibiotik dan tindakan bedah untuk menutup luka, agar penis pria ini terlindung unsur-unsur penyebab infeksi.

3. Meremas terlalu keras.

Sebuah studi komprehensif dalam jurnal Trauma and Acute Care Surgery menemukan, hanya 19 persen dari kasus fraktur penis atau penis patah terjadi saat berhubungan seks dan 60 persen terjadi saat pria bermasturbasi. Penyebab paling umumnya adalah "Angulasi dan kompresi manual", demikian menurut penelitian.

Pada dasarnya, meremas terlalu keras dan menggerakkan penis dengan sudut yang salah bisa menyebabkan pecahnya tabung corpus cavernosa yang berisi darah saat penis ereksi.

Pembengkakan serta belasan komplikasi lainnya, dapat menyebabkan kerusakan fungsi permanen meskipun biasanya kondisi ini bisa diperbaiki, kata penulis penelitian.

4. Masturbasi saat mengemudikan mobil.

Fraktur penis tidak selalu hasil dari gerakan tangan terlalu antusias.

Menurut rincian berbagai studi kasus yang dimuat dalam Canadian Urological Association Journal, beberapa orang telah merusak penis mereka saat masturbasi di mobil bergerak (kendaraan itu berhenti tiba-tiba, menyebabkan tabrakan antara penis dengan kemudi atau dashboard.)

5. Memasukkan sesuatu ke dalam penis.

Mungkin ini terdengar aneh, tapi nyata. Ada laporan yang menyebutkan dua orang pria punya ide gila memasukkan kawat ke dalam uretra mereka untuk menambah rangsangan saat mereka bermasturbasi.

Gilanya, salah satu dari mereka memasukkan kawat terlalu dalam hingga ke poros kandung kemih.
Dalam kedua kasus, dokter harus melakukan operasi untuk mengeluarkan kawat. Namun, kedua laki-laki ini bisa pulih sepenuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.