Kompas.com - 15/10/2016, 10:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Dalam pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus di Indonesia yang dikeluarkan oleh Perkumpulan Endikronologi Indonesia (Perkeni), sebenarnya sudah disebutkan pentingnya pemeriksaan gula darah teratur, termasuk HbA1C.

Selain itu, ditekankan perlunya pemeriksaan kesehatan berkala secara rutin setiap tahun, misalnya mengukur kadar kolesterol, cek jantung, atau pun mata, pada pasien diabetes. 

"Yang penting adalah apakah dokter-dokter umum dan internis mengimplementasikan pedoman-pedoman itu," katanya.

Untuk mendorong para dokter dalam melaksanakan pedoman tersebut, Perkeni bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pihak swasta untuk memberi edukasi. Salah satunya adalah Partnership for Diabetes Control in Indonesia (PDCI).

Menurut dr.Arya Wibitomo, Country Medical Chair & Medical Head GEM PT.Sanofi Indonesia, PDCI telah berjalan selama 5 tahun dan sudah menjangkau 500 dokter penyakit dalam dan hampir 5000 dokter umum di Indonesia.

"Edukasi itu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dokter dalam mendiagnosis dan melakukan terapi diabetes," kata Arya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.