Kompas.com - 17/10/2016, 10:21 WIB
Rempah-rempah Indonesia yang memperkaya kuliner Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 di Frankfurt, Jerman.
KOMPAS/SARIE FEBRIANERempah-rempah Indonesia yang memperkaya kuliner Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 di Frankfurt, Jerman.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Pola makan sehat seharusnya dibiasakan sejak anak-anak. Salah satunya dengan cara mengenalkan berbagai rasa makanan sehat.

Seperti yang dilakukan anak-anak dalam acara Organic Green and Healthy Expo of Indonesia di Bentara Budaya Jakarta beberapa hari lalu. Mereka diajak mengikuti Sekolah Rasa untuk mencicipi berbagai rasa bumbu dapur, jamu, buah-buahan, hingga teh.

"Misalnya kencur aslinya rasanya kayak apa, jahe kayak apa. Jadi diajarkan rasa aslinya. Karena kita sekarang kan sudah dikuasai MSG, dan sebagainya," ujar Ketua Komunitas Organik Indonesia Christopher Emille Jayanata.

Emil menjelaskan, kegiatan tersebut untuk melatih indera pengecap anak mengenali rasa makanan yamg sehat. Selain itu, juga diberikan edukasi mengenai manfaat bumbu dapur tersebut bagi tubuh.

 Mengenalkan rasa bisa dimulai sejak dini. Misalnya, saat bayi mulai mendapat makanan pendamping ASI (MPASI). Berikanlah MPASI yang sehat, tidak terlalu asin atau terlalu manis, dan tanpa penyedap rasa sehingga anak terbiasa dengan rasa asli makanan.

Dengan begitu, anak bisa terbiasa memilih makanan sehat. Emil mengatakan, anak-anak merupakan agen perubahan. Anak-anak justru bisa memberikan inspirasi kepada orangtuanya mengenai pola makan sehat.

Manfaat mengenalkan pola makan sehat pada anak sejak dini juga dirasakan Emil dan keluarganya. Emil menceritakan, kedua anaknya yang berusia 8 dan 15 tahun sudah terbiasa memilih makanan sehat.

"Mereka itu dengan makanan memilih, misalnya, kalau bukan nasi putih, makanan serba MSG, perwarna, sudah pasti enggak mau," pungkas Emil.

Emil pun sebagai orangtua memberikan contoh kepada anak bagaimana pola makan yang sehat. Mereka menghindari 4P dan 1G, yaitu penyedap rasa, pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan rekayasa genetik.

Dengan menjalani pola makan sehat, Emil sekeluarga merasakan tubuhnya lebih sehat, bugar, dan tak mudah terserang penyakit. Namun, menurut Emil untuk mendapat tubuh yang sehat, tak cukup dari makanan saja, tetapi juga aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.