Kompas.com - 20/10/2016, 16:00 WIB
Ilustrasi dukungan/perhatian terhadap kanker payudara, kelahiran usia lanjut, dan kanker pada anak-anak. TOTO SIHONOIlustrasi dukungan/perhatian terhadap kanker payudara, kelahiran usia lanjut, dan kanker pada anak-anak.
EditorLusia Kus Anna

Pada populasi yang sehat, menurut dia, lebih ditekankan pada promosi kesehatan dan deteksi dini. Sementara pada kelompok beresiko, sasaran adalah pada pengendalian faktor risiko seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan pada yang obesitas dan mendorong deteksi dini.

Untuk  kanker payudara, saat ini tidak hanya Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) yang bisa dilakukan di secara mandiri, namun masyarakat didorong melakukan Sadanis (pemeriksaan payudara klinis), yakni deteksi kanker payudara oleh tenaga medis terlatih.

"Dalam Sadanis juga sekalian dilakukan pemeriksaan pemeriksaan IVA untuk deteksi kanker serviks," papar Niken.

Yang menjadi masalah, saat ini baru 3,4 persen atau 1,5 juta cakupan deteksi dini pada kelompok perempuan usia 30-40 tahun. Padahal, targetnya adalah 37 juta perempuan. Program deteksi dini sudah dimulai sejak 2009.

Rendahnya cakupan deteksi dini ini salah satunya karena tingkat kesadaran yang rendah, baik di masyarakat atau pun para dokter. Padahal, bila program deteksi dini ini dilakukan, penyakit bisa ditemukan pada stadium awal sehingga biaya pengobatan bisa ditekan dan usia harapan hidup lebih panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X