Kompas.com - 20/10/2016, 19:07 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Secara umum, olahraga lari memiliki efek baik terhadap kemampuan Anda memuaskan pasangan. Tapi, ada beberapa kondisi yang dapat menyakiti testis dan sperma saat Anda berlari.

"Tubuh Anda memiliki cara beradaptasi yang unik untuk mencegah hal-hal buruk terjadi pada penis dan testikel saat Anda sedang berlari," kata Jeffrey Thill, M.D., urolog di Orlando yang telah menyelesaikan lima lomba marathon dunia.

Meski Anda berlari dalam situasi yang tidak nyaman, seperti jarak yang jauh, siang terik dan tanpa pakaian yang cukup mendukung, sebenarnya tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan, kata Tobias Köhler, MD, ahli urologi dan kepala bagian infertilitas pria di Universitas Illinois selatan.

"Kemampuan testis untuk lebih mendekat/tertarik ke arah tubuh disebut refleks kremaserik," kata Köhler. "Itu hanya salah satu cara penis dan testikel beradaptasi untuk mencegah cedera."

Namun masih ada beberapa hal yang tetap perlu Anda waspadai ketika berlari. Pasalnya, berlari dapat mengakibatkan hal berikut ini:

1. Menyebabkan testis terasa nyeri

Kira-kira satu dari tujuh orang penggemar lari pernah mengalami nyeri testis akibat varikokel. Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah di vena dalam skrotum.

Menurut Köhler, varikokel bersifat genetik. Berlari bisa membuat penderita varikokel semakin kesakitan, karena aliran darah bisa berbalik dan membuat kondisi tambah memburuk.

Menggunakan celana olahraga dengan liner khusus yang mencegah testis berdesakan, dapat membantu meringankan kondisi varikokel.

2. Celana terlalu ketat juga dapat menyakiti testis

Celana olahraga yang terlalu ketat seperti legging dapat membatasi aliran darah ke pangkal paha, sehingga testis terasa sakit, kata Thill. Kabar baiknya, hal ini tidak memengaruhi kesuburan Anda.

3. Meningkatkan kualitas ereksi

Siapa pun yang berlari secara teratur, beberapa kali dalam seminggu atau lebih, aliran darahnya akan bertambah lancar dan kesehatan jantungnya meningkat.

Anda tahu bahwa salah satu tugas jantung adalah memompa aliran darah ke penis saat Anda terangsang. Semakin kuat jantung dan semakin lancar aliran darah, semakin kuat juga ereksi Anda, kata Köhler.

4. Juga memperkuat sperma

"Kami memiliki banyak bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik, khususnya berlari, dapat meningkatkan kesuburan pria," kata Thill.

Satu studi dalam British Journal of Sports Medicine menemukan, pria yang rutin berlari sebanyak 15 jam atau lebih seminggu, memiliki konsentrasi sperma 73 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang hobinya bermalas-malasan.

Thill mngatakan, ini terjadi karena olahraga teratur akan meningkatkan produksi testosteron. Testoteron adalah hormon yang menentukan jumlah dan konsentrasi sperma Anda.

5. Terlalu banyak berlari bisa membahayakan sperma

Meski bisa memperkuat sprema, penelitian dari University of Connecticut mengatakan, pria yang berlari sepanjang 107 Km atau lebih perminggu, mengalami penurunan kadar testoteron sebanyak 28 persen. Ini berarti, penurunan produksi sperma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.