Kompas.com - 30/10/2016, 19:17 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

2. Pada tifus tidak terjadi shock jika belum terjadi komplikasi. Pada DBD, shock bisa terjadi bahkan terbilang sering terjadi.

3. Pada DBD, terdapat nyeri pada ulu hati yang sangat khas. Nyeri ini bukan seperti gejala maag. Pada tifus, hanya terdapat rasa tidak enak pada perut, tapi tidak sampai nyeri hebat.

4. Pada tifus, kemungkinan terdapat bibir kering, merah pada tepi lidah dan tengahnya berlapis putih. Pada DBD tidak terdapat gejala tersebut.

5. Pada tifus mungkin ada bintik merah, tapi hanya di bagian dada dan bukan merupakan bintik pendarahan. Pada DBD, bintik merah terjadi akibat pendarahan dan bila ditekan, bintik merahnya tidak pudar.

6. Tifus bisa terjadi sepanjang tahun. Tidak musiman seperti DBD. Pada tifus, tidak memerlukan kehadiran nyamuk.

Hanya saja, tifus sering terjadi setelah kejadian banjir. Ini karena kebersihan lingkungan setelah banjir bisa dibilang jorok.

7. Tifus penyakit lumrah di Indonesia, dan tidak mematikan seperti DBD. Jika diobati dan pengobatannya tuntas, tifus umumnya sembuh.

Hanya satu dari 20 kasus tifus menjadi carrier tifus, dan sebagian kecil saja dari yang tak diobati berkomplikasi usus bocor atau infeksi menjalar ke kandung empedu.

Namun, DBD yang terlambat ditangani dengan infus atau transfusi, sering berakhir fatal.

8. Tifus mudah ditangani, tak perlu perawatan khusus kalau masih tahap awal dan belum komplikasi. Pada DBD sering tak terduga jika proses perdarahannya berlangsung di organ dalam.

9. Mencegah tifus cukup dengan makan dan minum lebih bersih, membiasakan cuci tangan, dan terhadap es batu yang diproduksi pabrik, telur bebek, kura-kura, produk laut, semua jajanan yang dipegang tangan (food handling).

Kiat melawan DBD cuma soal menyingkirkan jentik nyamuk dan nyamuk betina dewasa di wilayah sedang terjangkit, bukan lantaran tidak bersih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.