Kompas.com - 02/11/2016, 14:05 WIB
Ilustrasi orangtua ShutterstockIlustrasi orangtua
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sampai saat ini, belum ada pengobatan yang telah terbukti dapat menyembuhkan autisme. Namun, penerapan super parenting, yaitu dengan cara membangun komunikasi yang berkualitas dan lebih sering antara orang tua dengan anak, dinilai dapat membantu anak-anak “mengalahkan” autisme untuk pertama kalinya.

Sebuah studi besar telah menemukan, orangtua yang membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak-anak mereka, dapat menurunkan keparahan autisme.

Ketika para ahli mengajarkan orangtua bagaimana meningkatkan komunikasi dengan anak sejak usia anak 2 tahun, hasilnya luar biasa.

Cara ini seakan membujuk anak-anak untuk keluar dari “cangkangnya”, mengenal dunia luar, dan mengurangi gejala dari gangguan autisme, seperti keterampilan sosial yang buruk dan perilaku repetitif. Dan perbaikan masih dapat berlangsung selama 6 tahun berikutnya.

Studi Lancet menunjukkan, anak-anak yang diberi terapi tersebut 27 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan gejala-gejala yang parah ketimbang anak-anak yang tidak diberi terapi.

Para ahli mengatakan, itu bukan soal poor parenting , melainkan untuk memotivasi ibu dan ayah untuk menjadi “orangtua super”.

Peneliti mengatakan, terapi komunikasi antara orangtua dan anak akan lebih baik bila dilakukan sejak dini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti utama Profesor Jonathan Green, dari University of Manchester, mendapati, terapi yang dilakukan sejak anak berusia prasekolah telah menurunkan gejala autisme hingga anak berusia remaja.

"Walau begitu ini bukan 'obat', dalam arti bahwa anak-anak yang menunjukkan perbaikan masih dapat menunjukkan gejala sisa pada tingkat yang berbeda. Artinya, komunikasi berkualitas baiknya terus berlangsung antara anak dan orangtua," ujar Green.

 


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vitiligo: Gejala, Jenis, dan Penanganannya

Vitiligo: Gejala, Jenis, dan Penanganannya

Health
Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular, Ini yang Harus Dilakukan

Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular, Ini yang Harus Dilakukan

Health
Kenapa Perut Bunyi Setelah Makan?

Kenapa Perut Bunyi Setelah Makan?

Health
Benarkah Garam Himalaya Lebih Sehat daripada Garam Meja?

Benarkah Garam Himalaya Lebih Sehat daripada Garam Meja?

Health
Mengenal Gejala dan Penyebab Gastritis

Mengenal Gejala dan Penyebab Gastritis

Health
12 Cara Mengatasi Perut Begah Secara Alami

12 Cara Mengatasi Perut Begah Secara Alami

Health
7 Penyebab Penyakit Kuning yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Penyakit Kuning yang Bisa Terjadi

Health
7 Cara Mengatasi Susah BAB saat Hamil

7 Cara Mengatasi Susah BAB saat Hamil

Health
10 Tanda Awal Demensia yang Harus Diwaspadai

10 Tanda Awal Demensia yang Harus Diwaspadai

Health
4 Hal yang Tanpa Disadari membuat Gairah Seks Pria Menurun

4 Hal yang Tanpa Disadari membuat Gairah Seks Pria Menurun

Health
8 Manfaat Cengkih bagi Kesehatan

8 Manfaat Cengkih bagi Kesehatan

Health
7 Manfaat Kumur dengan Air Garam untuk Kesehatan

7 Manfaat Kumur dengan Air Garam untuk Kesehatan

Health
3 Jenis Vitamin yang Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

3 Jenis Vitamin yang Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
3 Cara Alami untuk Mengatasi Maag

3 Cara Alami untuk Mengatasi Maag

Health
9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X