Kompas.com - 03/11/2016, 12:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mungkin Anda pernah mengalami ini, ketika semalam tak tidur, seharian Anda merasa lapar sekali. Riset membuktikan kebenaran hal ini. Anda mungkin tak menyadari berapa kalori tambahan yang diasup saat kurang tidur.

Belakangan ini cukup tidur muncul sebagai pilar ketiga untuk mengontrol berat badan bersama dengan olahraga dan pola makan sehat. Studi-studi sebelumnya berhasil membuktikan hubungan kurang tidur dengan obesitas dan diabetes tipe 2. Namun riset baru ini merupakan yang pertama menghitung ekstra kalori sebagai akibat kurang tidur.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di European Journal of Clinical Nutrition, periset menghitung jumlah tambahan kalori yang dimakan oleh mereka yang kelelahan akibat kurang tidur.

Untuk melakukan riset tersebut, peneliti mengumpulkan hasil dari 11 studi sebelumnya yang meneliti "kurang tidur parsial" dan konsumsi kalori. Kurang tidur parsial berarti seseorang tidur hanya sebagian tidak sepanjang malam.

"Tidur tidak sepanjang malam ini dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidur," kata peneliti Gerda Pot, PhD.

Studi-studi itu melibatkan 172 orang usia 18-50 tahun, pria dan wanita yang tak hanya berberat badan normal, tapi juga yang kelebihan berat dan obesitas. Semua studi melibatkan grup kontrol orang tidak cukup tidur, dan tidur 7 hingga 12 jam semalam. Orang yang kurang tidur menulis hanya tidur 3,5 hingga 5,5 jam di tempat tidur.

Periset menemukan orang yang kurang tidur mengonsumsi rata-rata ekstra 385 kalori sehari. "Ini setara dengan empat setengah potong roti," kata Pot.

"Tambahan lagi, mereka mengonsumsi lebih banyak lemak dan lebih sedikit protein," tambah Pot. Konsumsi karbohidrat secara kasar kurang lebih sama.

Periset lain berspekulasi kurang tidur mungkin mempengaruhi hormon yang berhubungan dengan rasa lapar seperti leptin dan ghrelin. Tetapi Pot dan rekan-rekannya percaya pejelasannya mungkin "hedonis", artinya makan berlebihan saat kurang tidur karena mereka mencari kesenangan.

Sharon Zarabi, RD, direktur program bariatrik di Lenox Hill Hospital New York City berbagi dugaan yang sama. Keinginan makan berlebihan mungkin karena mereka gelisah dan tak dapat memuaskan kecemasan mereka dengan makan. Zarabi tak terlibat dalam studi baru tersebut.

Peneliti pun menemukan terjaga di malam hari sebenarnya tak membakar kalori ekstra. Ini membuktikan tak cukup tidur dalam jangka panjang adalah resep untuk mengalami kenaikan berat badan.

Tetapi, tak satu pun dari studi yang diikutsertakan berlangsung tak lebih dari dua minggu sehingga tak mungkin mengetahui jika tambahan kalori itu juga menambah berat badan pula.

Peneliti saat ini melakukan riset pada orang yang tak tidur cukup. "Kami perlu melakukan riset tambahan terhadap tidur sebagai faktor risiko yang dapat diperbaiki untuk obesitas dan mungkin juga penyakit kardio-metabolik seperti diabetes, khususnya di tengah masyarakat saat ini yang cenderung kurang tidur," kata Pot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber TIME
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.