Kompas.com - 09/11/2016, 12:08 WIB
EditorLusia Kus Anna

Pelepasan nyamuk mandul tak berdampak bagi lingkungan. Berkurangnya populasi nyamuk Aedes aegypti tak mengganggu rantai makanan karena cicak dan katak bisa memakan nyamuk lain.

Pemanfaatan

Meski sudah diuji di sejumlah daerah, teknik pemandulan nyamuk itu belum dimanfaatkan untuk mengendalikan demam berdarah secara luas di Indonesia. Padahal, setiap tahun ada 120.000-170.000 kasus demam berdarah di Indonesia. Kini, sekitar 90 persen kabupaten atau kota di Indonesia termasuk endemis demam berdarah. Kerugian ekonomi setiap tahun diperkirakan 300 juta dollar AS atau Rp 3,9 triliun.

Djarot menambahkan, teknik pemandulan nyamuk Aedes aegypti itu didorong Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Selain Indonesia, uji pemandulan nyamuk Aedes juga dilakukan di Italia, Tiongkok, dan Mauritius.

Jika akan dimanfaatkan luas, perlu penambahan fasilitas pemandulan nyamuk Aedes jantan, khususnya daerah di luar Jawa. Namun, pemandulannya tak perlu memakai sinar gama yang hanya bisa dilakukan Batan, tetapi bisa memakai iradiator sinar-X bergerak dengan proses lebih sederhana dan harga terjangkau.

Hingga kini produksi nyamuk mandul Batan mencukupi. Batan memiliki dua alat pemandul nyamuk beroperasi 24 jam dan masing-masing bisa memandulkan 54.000 nyamuk per jam.

Selain itu, Batan juga mematenkan kemasan pengiriman nyamuk yang membuat nyamuk bertahan seminggu sehingga bisa dikirim dengan moda transportasi apa pun. Djarot mengatakan belum mengomunikasikan temuan itu ke Kementerian Kesehatan karena menunggu tambahan hasil uji di beberapa lokasi. (MZW)


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 November 2016, di halaman 14 dengan judul "Kendalikan Nyamuk dengan Radiasi Gama".
000

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.