Kompas.com - 23/11/2016, 12:50 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Ketika dokter meresepkan antibiotik untuk si A, belum tentu si B dengan penyakit yang sama butuh antibiotik sepeti A.

5. Stop penggunaan antibiotik untuk pertumbuhan hewan ternak

Penggunaan antibiotik untuk memacu pertumbuhan hewan ternak harus dihentikan. Menurut Harry, antibiotik seharusnya hanya bisa diberikan kepada hewan yang sakit. Itu pun menggunakan antibiotik khusus untuk hewan.

Penggunaan antibiotik pada hewan ternak bisa menyebabkan resistensi antibiotik pada manusia. Hal itu bisa terjadi jika manusia terkontaminasi bakteri yang sudah resisten atau sering konsumsi daging hewan yang mengandung residu antibiotik.

Masalah kesehatan di dunia

Resistensi antimikroba atau antibiotik diperkirakan akan menjadi masalah kesehatan terbesar di dunia. Bagaimana tidak, resistensi antibiotik bisa menyebabkan seseorang tak bisa sembuh karena infeksi bakteri sudah tak mempan diatasi dengan pemberian antibiotik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat adanya 700.000 kematian per tahun akibat resistensi antibiotik tahun 2013. Tahun 2015 diperkirakan jumlahnya jadi 10 juta kematian per tahun. Di Indonesia, diperkirakan 135.000 orang meninggal per tahunnya karena resistensi antibiotik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ironisnya, bakteri yang mengalami resistensi terhadap antibiotik begitu cepat terjadi, sementara penemuan antibiotik baru untuk melawan bakteri tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Untuk menemukan satu antibiotik diperlukan sekitar 8 jenis antibiotik dan nantinya hanya jadi satu antibiotik. Satu penelitian saja butuh triliunan," kata Harry.

Perlu diketahui juga, bakteri yang sudah resisten dengan antibiotik bisa menular ke orang lain. Jika orang lain terinfeksi bakteri tersebut, maka bisa tak sembuh dari penyakitnya ketika terkena infeksi bakteri.

Jadi, dengan bijak menggunakan antibiotik tak hanya mencegah terjadinya resistensi antibiotik terhadap diri sendiri, tetapi juga orang lain di seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Filariasis
Filariasis
PENYAKIT
Penis Lecet
Penis Lecet
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.