Kompas.com - 10/12/2016, 12:12 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Apakah Anda termasuk orang yang sering mencoba diet baru dan diklaim memberi hasil instan? Setiap tahun bermunculan metode diet terbaru, tetapi Anda harus bijaksana memilihnya karena tidak semua aman.

Beberapa jenis diet mengharuskan kita berpantang beberapa jenis makanan dan memperbanyak bahan makanan tertentu. Diet seperti ini biasanya dalam jangka panjang akan membuat kekurangan gizi karena kita hanya mengasup makanan yang itu-itu saja.

Ketahui apa saja diet yang dianggap terburuk di tahun 2016 ini, seperti dilansir dari MedicalDaily:

- Diet lemon
Diet yang berlangsung selama 10 hari ini sebenarnya memang bisa memberikan hasil penurunan berat badan secara cepat. Diet lemon bisa dilakukan dengan mengonsumsi ramuan dari air, perasan lemon, cabai merah, dan sirup maple.

Meski pada awalnya ditujukan sebagai program detoksifikasi, tetapi banyak orang yang malah menerapkannya untuk menurunkan berat badan. Walau memberi hasil instan, sayangnya diet lemon ini akan membuat berat badan kembali naik setelah program diet selesai.

- Diet sup kol
Diet ini juga dianggap sebagai cara untuk membersihkan tubuh dari toksin. Selama satu minggu kita diminta mengurangi pola makan dengan memperbanyak asupan sup kol atau kembang kol dan hanya boleh minum air putih.

"Hanya mengonsumsi makanan tertentu saja dalam beberapa waktu adalah cara tidak sehat untuk langsing. Sayuran memiliki kalori yang rendah sehingga bisa membuat metabolisme jadi lambat," kata Erin Palinski-Wade, ahli gizi.

- Diet jus
Pola makan Juice Fast diklaim menjadi cara efektif melakukan detoksifikasi. Dalam metode diet ini kita disarankan untuk minum air putih sedikit setelah mengonsumsi makanan yang dijus.

Jus yang terbuat dari sayuran dan buah-buahan ini sebenarnya memang sehat, tapi tidak untuk menggantikan waktu makan. Jus tersebut hanya mengandung sedikit karbohidrat, serat dan vitamin, sehingga membuat tubuh kekurangan protein dan energi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.