Kompas.com - 13/12/2016, 15:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Setiap hari sibuk mempertahankan karir, cinta, hobi, dan keluarga sudah tentu tak mudah.

Namun ketika dihadapkan pada pilihan menghabiskan waktu bersama pasangan atau lembur, studi dari Inggris mengatakan mungkin Anda lebih memilih pasangan.

Periset dari London School of Economics menanyai 200.000 orang di seluruh dunia mengenai peristiwa dalam hidup dan merangking perubahan kebahagiaan dalam skala 1 sampai 10. Apa yang sebenarnya membuat orang lebih bahagia? Uang.

Bekerja memang berhubungan dengan kebahagian, tetapi berapa banyaknya gaji ternyata tidak menjamin kebahagiaan. Bahkan gaji dua kali lipat hanya mendongkrak kebahagiaan sedikit. Tampaknya memang benar pepatah yang mengatakan, kita tak dapat membeli kebahagiaan.

Lantas apa yang membuat kita bahagia? Mempunyai pasangan yang baik, begitu kata laporan dari London School of Economics.

Punya pasangan meningkatkan kebahagiaan hampir satu poin penuh, sementara kehilangan pasangan mengurangi kebahagiaan dalam jumlah sama. Hal ini membuktikan, cinta berdampak besar pada kepuasan hidup kita.

Hal ini masuk akal, berhubung salah satu kunci penyebab depresi adalah kesepian. Berhubungan dengan orang lain, bahkan sesederhana memberi hati pada unggahan Instagram seorang teman memberi tambahan kebahagiaan instatn, menurut sebuah studi yang dilakukan awal tahun ini.

Kesehatan mental dan fisik pun berperan dalam mendatangkan kebahagiaan. Kesehatan yang baik tentu saja memberikan kebahagiaan lebih. Akan tetapi, tahu sesuatu itu baik belum tentu dilaksanakan.

Ketika kita melihat semua pilihan yang ada setiap hari, apakah kita benar-benar memilih yang sehat dan bahagia setiap hari?

Jujur saja kita lebih suka memilih minuman kopi dengan susu plus whip cream dibandingkan makan siang sehat. Memilih maraton nonton film daripada olahraga atau bekerja sampai larut daripada bertemu teman atau berbincang dengan pasangan.

Pilihan-pilihan itu tampaknya membuat Anda bahagia sejenak, tetapi itu bukan jenis kebahagiaan yang tahan lama, menurut studi tersebut. Dan Anda dapat membuat pilihan sehat tak memandang status perkawinan atau hubungan dengan pasangan lagi.

"Data ini membuktikan kita butuh mengubah fokus dari "kemakmuran" menjadi "kesehatan", ujar Richard Layard, profesor dari London School of Economics yang ikut meneliti.

Kini waktunya untuk mengecek prioritas dalam hidup Anda. Buatlah pilihan kecil setiap hari untuk menomorsatukan hubungan dengan pasangan, bersamaan dengan kesehatan fisik dan mental. Hal itu akan membuat hidup lebih bahagia.

Anda tak perlu meninggalkan pekerjaan impian demi pasangan, tetapi pastikan Anda menjauhi komputer untuk menyelesaikan pekerjaan di waktu tertentu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber SHAPE
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.