Kompas.com - 22/12/2016, 17:14 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Obat-obatan merupakan komponen terpenting dalam pelayanan kesehatan. Sayangnya, ketersediaan obat di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih belum terjamin sehingga pasien harus mencari obat dan mengeluarkan biaya sendiri.

Dalam studi yang dilakukan oleh Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia menunjukkan, sebanyak 42 persen responden pasien JKN masih mengeluarkan biaya pribadi untuk membeli obat dan 31 persen responden di rumah sakit.

Sebagian besar (85,2 persen) responden yang mengeluarkan biaya pribadi untuk obat mempunyai riwayat penyakit kronis karena tidak ada obat atau obat yang diresepkan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pasien di rumah sakit rata-rata mengeluarkan biaya sekitar Rp 128.000 untuk rawat jalan.

Pengadaan obat di era JKN mengacu pada formularium nasional (fornas), namun tidak semua obat masuk di dalamnya. Akibatnya, sejumlah fasilitas kesehatan kesulitan menyediakan obat yang dibutuhkan pasien.

Di Instalasi Farmasi RSCM Jakarta misalnya, obat-obatan yang sering sulit diakses antara lain obat kanker dan obat rematoid artritis.

Timbulnya permasalahan obat bisa dirunut dari mekanisme pengadaan obat dan berbagai kebijakan pemerintah terkait obat.

Menurut Direktur Pengembangan Sistem Katalog LKPP Emin Adhi Muhaemin isu kelangkaan obat di fasilitas kesehatan peserta BPJS Kesehatan terjadi karena ada kecenderungan sebagian besar rumah sakit memproses pemesanan obat di triwulan dua dan tiga.

"Seringkali baru ada lonjakan pemesanan di triwulan kedua atau ketiga, dan kapasitas produksi di industri tidak cukup sehingga kebutuhan tidak sesuai dengan proses penyediaan," katanya dalam acara Kaleidoskop Tahun 2016 bertema Wajah Pelayanan Obat JKN di Jakarta (22/12/2016).

Selain itu, menurut Emin beberapa rumah sakit masuk dalam daftar hitam distributor karena sering terlambat melakukan pembayaran.

Direktur Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kementrian Kesehatan Engko Sosialine Magdalene, mengakui di tahun 2016 memang lebih banyak masalah dalam hal pengadaan obat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.