Kompas.com - 28/12/2016, 12:04 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Meski makanan yang terbuat dari kedelai bisa menjadi alternatif sumber protein nabati, namun batasilah konsumsinya. Terlebih pada pria karena dapat memengaruhi kesuburannya.

Pakar fertilitas menemukan bahwa kandungan alami dalam kedelai bisa merusak sel sperma. Peneliti dari Spanyol itu mengatakan, fitoestrogen yang banyak terkandung dalam kedelai bisa menyerupai hormon perempuan.

Fitoestrogen itu diketahui akan mengurangi kecepatan berenang sel sperma, selain juga meningkatkan jumlah kromosom yang tidak memadai. Kedua hal itu akan membuat pria kesulitan membuahi wanita.

Mengonsumsi produk kedelai (tahu, susu kedelai, tempe, dan sebagainya) 60 gram sehari selama sebulan berturut-turut dianggap berlebihan.

Penelitian tersebut memang baru dilakukan pada 25 orang pria, ukuran yang termasuk kecil. Namun, beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa fitoestrogen bisa mengganggu keseimbangan hormon pada pria.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Dailymail

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.