Kompas.com - 28/12/2016, 15:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Ketika musim flu datang, biasanya Anda akan melihat banyak orang batuk, bersin, dan bunyi hidung seperti orang terisak di sekitar Anda, di sekolah anak Anda, atau di mal. Ini berarti risiko Anda tertular menjadi lebih besar.

Anna Post, cucu dari pakar etiket asal AS, Emily Post membahas untuk kita bagaimana seharusnya menghadapi orang yang sakit di depan umum, memastikan anak-anak Anda tetap bebas kuman dan apa yang seharusnya Anda lakukan jika Anda yang sakit.


Bagaimana cara berhubungan dengan orang yang jelas sakit, tapi tidak mencegah penularan di depan umum?

Memang ada orang yang belum memiliki kesadaran untuk menutup mulutnya saat batuk atau bersin.

Jika itu seseorang yang Anda kenal, cara terbaik adalah langsung berterus terang. Misalnya, "Anda terlihat demam, ini bisa jadi flu. Anda mungkin harus tetap di rumah atau ke dokter."

Mereka akan memahami bahwa melakukannya tidak untuk menjadi kasar, melainkan Anda hanya ingin mereka mengurus diri sendiri lebih dulu ketika sakit dan tidak menularkan ke orang-orang di sekitar.

Masalah akan menjadi lebih rumit jika berurusan dengan orang asing. Jika Anda terjebak dalam situasi di mana Anda tidak bisa menghindar, tak ada cara lain selain menganjurkan agar mereka menutupi batuk atau bersin mereka. Gunakan nada yang netral, pendek dan senyum yang manis.

Anda juga dapat membantu membuat situasi lebih mudah dengan memberikan tisu dan mungkin cairan pembersih tangan kepada orang tersebut. Hal ini dapat membantu mereka menjadi sedikit lebih sadar bahwa tidak sopan batuk dan bersin di depan umum, apalagi tanpa ditutupi.


Apa yang bisa diajarkan oleh orangtua kepada anak-anak mereka yang sakit?

Hal pertama adalah meminta mereka menutupi batuk atau bersin saat mereka sedang flu, terutama jika ada orang lain di sekitar mereka. Adalah baik jika orangtua mengingatkan supaya anak-anak selalu membekali diri dengan tisu atau saputangan dan cairan pencucui tangan.

Jika mereka melupakannya, pastikan mereka memakai trik "drakula", yaitu memalingkan muka dan menutupi sebagian wajah dengan kerah baju saat batuk dan bersin.

Ketika Anda mengajarkan mereka tentang mencuci tangan, minta anak menghitung sampai 20 detik ketika melakukannya untuk meyakinkan bahwa mereka telah menyingkirkan sebagian besar kuman.

Penting bagi orangtua untuk tidak membiasakan anak-anak keluar rumah jika mereka sakit, terutama saat menderita sakit yang menular seperti flu. Tekankan pada mereka pentingnya menjauhkan diri dari orang lain untuk sementara waktu.

Jangan lupa bahwa anak-anak adalah peniru ulung. Jika Anda ingin anak tahu etiket, Anda pun harus konsisten menjalankan apa yang Anda ajarkan.


Apa saja kesalahpahaman umum menyangkut pilek dan flu?

Banyak orang tidak menyadari flu sudah dapat menular sebelum gejalanya mulai. Sebuah survei yang dilakukan oleh National Foundation for Infectious Diseases mengungkapkan bahwa 41 persen orang masih berpikir bahwa flu hanya menular setelah gejalanya nampak.

Survei yang sama menunjukkan, bahwa 45 persen orang mengira bahwa vaksin flu justru dapat membuat mereka sakit flu.

Hal ini tidak benar. Vaksin flu adalah tindakan pencegahan nomor satu yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri terhadap flu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.