Kompas.com - 03/01/2017, 15:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Asma dapat membuat gejala flu semakin parah. "Orang-orang dengan asma telah memiliki saluran pernapasan yang sensitif, sehingga virus seperti virus flu dapat memicu batuk yang lebih parah, mengi dan sesak napas," kata Sumita Khatri, MD, direktur pusat asma di Cleveland Clinic. Berikut ini cara untuk mengatasi komplikasi keduanya.

1. Dapatkan vaksinasi flu

Setiap orang dengan asma harus mendapatkan vaksinasi flu sebelum musim flu dimulai. "Vaksin flu mengurangi risiko flu hingga sekitar 60 persen. Ini penting karena virus flu bisa memicu serangan asma," kata Jonathan Bernstein, MD, seorang profesor alergi dan asma di Universitas Cincinnati Academic Health Center .

2. Tak perlu vaksin FluMist

Vaksinasi flu yang disuntikkan berisi virus yang telah dimatikan. Tetapi FluMist, yang diberikan sebagai obat semprot hidung, berisi virus hidup yang dilemahkan. Orang dengan asma harus menghindari virus hidup yang dilemahkan.

"Virus hidup tidak dianjurkan untuk orang tua, anak muda, atau siapapun yang menderita asma," kata Dr Bernstein.

3. Tanyakan kepada dokter tentang Pneumokokus

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bakteri pneumokokus adalah bakteri penyebab pneumonia dan pneumonia adalah salah satu bentuk komplikasi dari virus flu.

"Orang-orang dengan asma memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia sebagai akibat dari komplikasi flu," kata Dr Khatri.

Anda bisa mendapatkan vaksin pneumonia pada saat yang sama Anda mendapatkan vaksinasi flu. Namun, tidak seperti vaksin flu yang diberikan tahunan, vaksin pneumonia hanya perlu dilakukan satu kali di masa dewasa.

4. Pastikan asma Anda terkontrol dengan baik

Salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari komplikasi asma dan flu adalah dengan memastikan bahwa asma Anda terkontrol dengan baik.

"Meski Anda sudah mendapatkan vaksin flu, Anda masih bisa menderita flu. Selain itu, ada banyak virus pernapasan lainnya yang dapat memicu serangan asma," kata Bernstein.

"Jika asma Anda terkendali dengan baik, dampak dari infeksi flu cenderung tak terlalu parah."

5. Ketahui musuh Anda

Gejala flu biasanya berupa demam, sakit kepala, nyeri tubuh, kelelahan, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan batuk kering.

Virus flu menyebar dari orang ke orang melalui udara ketika penderita flu bersin atau batuk. Jauhi penderita flu untuk sementara sampai Anda yakin bahwa orang itu telah benar-benar sembuh.

6. Hubungi dokter Anda secepatnya

"Jika Anda mulai merasakan gejala flu, jangan menunggu sampai Anda memiliki serangan asma," kata Bernstein.

"Periksakan diri ke dokter lebih awal. Dokter mungkin akan menyesuaikan obat alergi Anda." Tanyakan juga apakah Anda perlu minum obat antivirus. Dengan antivirus, derita sakit flu Anda aka terasa lebih ringan dan Anda akan pulih lebih cepat.

7. Ikuti tip pencegahan flu

Flu adalah penyakit yang sangat menular. Selain vaksinasi, Anda dapat melindungi diri dari flu dan virus lainnya dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih sesering mungkin, menghindari orang yang sedang sakit, dan tidak menyentuhkan tangan ke wajah terutama ketika sedang berada di luar rumah.

Anda juga harus mensterilkan area tempat Anda sering berada, misalnya meja kantor, ketika ada rekan kerja yang menderita flu tapi tetap masuk kerja.

Komplikasi asma dan flu seringkali menyebabkan penderitanya harus menjalani rawat inap. Jadi, jangan mengambil risiko. Dapatkan vaksinasi flu, kontrol asma Anda dengan baik dan periksakan diri ke dokter ketika gejala flu mulai terasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.