Kompas.com - 04/01/2017, 21:09 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Setidaknya satu dari 12 wanita mengalami vulvodynia, nyeri kronis di area seputar bukaan vagina, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Tetapi bagi sebagian orang, kondisi itu kronis dan berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Dijelaskan oleh dokter ahli dari Mayo Clinic, nyeri itu berhubungan dengan vulvodynia yang membuat penderitanya tak mampu duduk lama atau pun berhubungan seks.

Seorang wanita bernama Becky mengalami hubungan seks menyakitkan ketika menderita penyakit bernama vulvar vestibulitis syndrome (VVS).

Ini adalah sejenis vulvodynia di mana nyeri dirasakan ketika disentuh atau ditekan hanya di vestibule (area di sekitar pembukaan vagina0.

"Ada kalanya di malam hari saya mencoba berhubungan seks dan seketika merasa seperti ada sepotong gelas ditusukkan ke diri saya," katanya.

Ketika mendapati dirinya terkena VVS, Becky sedang berpacaran dengan pria bernama Corey. Menghadapi penyakit ini membuat pasangan ini menjadi jauh, tetapi akhirnya mereka dekat kembali.

Saat ini Becky dan Corey menerima definisi seks yang lebih luas serta mengakui bahwa keintiman itu lebih dari sekedar penetrasi vagina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati penyebab vulvodynia belum sepenuhnya diketahui, riset terbaru menemukan kondisi itu mungkin disebabkan oleh infeksi jamur kronis.

Mereka yang mengalami kondisi ini dapat mencari sejumlah penyembuhan potensial. Menurut Mayo Clinic, pilihan terapi berupa anestesi topikal, terapi biofeedback, latihan dasar panggul, obat-obatan pereda nyer dan operasi untuk menghilangkan kulit dan jaringan yang terkena.

VVS hanyalah satu dari penyebab potensi nyeri saat berhubungan seks. Penyebab nyeri lainnya meliputi kekeringan vagina, vaginismus (kondisi otot-otot vagina tertutup rapat selama penetrasi) dan efek samping penyakit dan obat-obatan tertentu. Ada baiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami nyeri saat berhubungan seks.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Megakolon
Megakolon
PENYAKIT
Nyeri Ulu Hati
Nyeri Ulu Hati
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.