Kompas.com - 27/01/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Monosodium glutamat atau yang kita kenal dengan sebutan MSG kerap ditambahkan dalam makanan agar terasa lebih gurih. Tak sedikit makanan dalam kemasan atau olahan pabrik yang mengandung MSG.

Rasa gurih dari MSG itulah yang membuat banyak anak-anak sangat suka jajan camilan kemasan di warung. Ahli gizi dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II, Dr. Marudut, MPS mengatakan, anak-anak sebaiknya tidak diperkenalkan dini makanan yang mengandung MSG tambahan.

"Kalau anak jadi kebiasaan makan makanan yang gurih, nanti dengan makanan yang lain dibilang tidak enak. Anak jadi tidak mau konsumsi makanan sehat yang beragam," kata Marabut dalam diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia di Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Anak akan lebih memilih konsumsi jajanan yang gurih seperti keripik, dibanding makanan sehat bergizi seimbang seperti sayuran atau buah yang rasanya memang tidak segurih jajanan.

Hal ini tentu akan jadi masalah karena anak-anak masih dalam proses tumbuh kembang. Asupan makanan yang bergizi seimbang sangat penting bagi anak-anak agar tumbuh sehat dan cerdas.

"Karena lebih suka yang gurih, anak jadi enggak sehat makannya. Makanya kalau anak suka jajan itu diawasi," lanjut Marabut.

Meski demikian, penggunaan MSG sebagai penyedap rasa dalam makanan memang diperbolehkan, asal tidak berlebihan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Marabut mengungkapkan, MSG sendiri sebenarnya sudah terkandung secara alami dalam beberapa makanan, seperti tomat dan kacang merah yang mengandung glutamat. Jadi sebaiknya, makanan pun tak perlu dberi MSG tambahan agar semakin gurih.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.