Demi Lovato Berolahraga 4 Jam Sehari di "Gym"

Kompas.com - 31/01/2017, 15:05 WIB
Demi Lovato. Demi Lovato.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Demi Lovato yang belum lama ini membuka diri soal perjuangannya mengatasi masalah makan, membenci hingga melukai diri sendiri, saat ini memprioritaskan kesehatannya. Salah satunya adalah dengan berolahraga enam hari seminggu di gym favoritnya.

"Gym adalah tempat perlindungannya," kata pelatihnya sekaligus pemilik Unbreakable Performance Center di Los Angeles, Jay Glazer.

"Demi berada di sini empat jam sehari. Di sini ia tak harus jadi bintang pop. Ia banyak bicara soal adiksi dan olahraga menjadi kecanduannya yang sehat. Ia terlihat bahagia di sini," ujar Glazer.

Video-video yang diunggah ke akun Instagram berupa olahraga beladiri merupakan olahraga serius. Tetapi apakah latihan empat jam sehari baik untuk kesehatan? Bukankah kecanduan terhadap hal yang sehat seperti olahraga juga punya efek buruk?

"Hal itu bergantung pada orang yang bersangkutan," kata Brian Schulz, MD, ahli bedah ortopedi dan spesialis kedokteran olahraga dari Kerlan-Jobe Orthopaedic Clinic di Los Angeles.

"Jelas atlet berolahraga berjam-jam sehari, karena itu pekerjaan mereka dan itu normal," jelasnya.

Tetapi atlet berbeda dengan diri kita. Pertama, tubuh mereka sangat dikondisikan sehingga dapat melakukan olahraga lebih dari orang biasa.

Kedua, mereka punya pelatih dan rencana latihan yang dipastikan tidak berlebihan dan melukai diri sendiri.

Perlu dicatat Demi Lovato tak melakukan olahraga yang sama terus menerus. Selama empat jam ia melakukan jenis-jenis gerakan berbeda, termasuk pemulihan yang menjadi kunci untuk mengatur olahraga panjang.

Kita bisa mengetahui berlebihan atau tidaknya olahraga dengan lebih memerhatikan tubuh. "Anda mungkin tidak apa-apa ketika tidak nyeri, tidak mendapatkan cedera yang menyakitkan dan mampu menjaga posisi yang baik selama berolahraga," jelasnya.

Satu tanda kita berolahraga berlebihan adalah ketika mendapatkan DOMS (delayed-onset muscle soreness, nyeri otot tertunda) beberapa hari setelah olahraga.

Ada pula sisi gelap dari latihan berlebihan: ketagihan. "Perbedaan utama antara senang olahraga dan ketagihan olahraga adalah motivasi. Jika Anda berolahraga sebagai cara mengontrol berat badan, ukuran atau penampilan, Anda punya masalah."

"Bila Anda merasa "perlu" olahraga ketika sakit, panik ketika tak ikut olahraga atau membatasi asupan makanan di saat bersamaan, Anda perlu berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog," katanya.


Sumber SHAPE
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X