Kompas.com - 05/02/2017, 14:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Studi asal Norwegia yang melibatkan 18.000 orang dewasa menemukan, mereka yang jarang mendapatkan waktu tidur malam yang cukup, yaitu 7-8 jam semalam, lebih mungkin untuk menderita masalah pernapasan.

The Royal Society for Public Health Inggris memperkirakan empat dari sepuluh orang usia 25-50 tahun tidak mendapatkan cukup tidur.

Kurang tidur, papar peneliti, dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan kadar hormon stres, yang keduanya dapat memicu asma.

Studi juga menemukan, hubungan antara kurang tidur dengan meningkatnya risiko depresi dan kecemasan.

Risiko terserang sesak napas hingga asma meningkat 65 persen bagi mereka yang sering kekurangan waktu tidur. Dan untuk penderita insomnia risiko terserang asma menjadi tiga kali lipat.

Dr Ben Brumpton, yang memimpin penelitian mengatakan, "Ada perubahan dalam tubuh akibat insomnia, salah satunya dapat mengakibatkan efek berbahaya pada saluran napas."

Di Inggris misalnya, sekitar 5.4 juta orang memiliki asma di Inggris dan salah satu faktor penyebabnya ialah karena kekurangan jam tidur setiap malam.

Faktor risiko utama yang juga berperan dalam memperparah kondisi saluran napas ialah merokok, kegemukan, dan paparan polusi udara yang sering. Walau asma belum dianggap penyakit kronis, namun faktanya asma telah membunuh tiga orang per hari.

Dr Andy Whittamore, dari organisasi Asthma UK, mengungkapkan bahwa penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk melihat seberapa cepat “paparan” kurang tidur terhadap munculnya gejala asma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.