Kompas.com - 10/02/2017, 21:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Studi baru menemukan bahwa selain autisme terjadi lebih umum pada pria daripada wanita, perbedaan struktur otak juga dapat menjadi faktor penentu, terlepas dari jenis kelamin biologis.

Ini menunjukkan bahwa memiliki otak dengan fitur seperti otak pria dapat meningkatkan probabilitas gangguan spektrum autisme.

Studi ini menemukan bahwa memiliki otak dengan struktur seperti otak pria, memiliki risiko ASD lebih tinggi dibanding yang memiliki struktur otak khas wanita. Demikian kata penulis pertama Dr. Christine Ecker, dari Universitas Goethe di Frankfurt, Jerman dan rekan, melaporkan temuan mereka dalam jurnal JAMA Psychiatry.

Gangguan spektrum autisme (ASD) atau lebih dikenal dengan sebutan autisme saja, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gangguan perkembangan otak yang kompleks yang dapat mengakibatkan tantangan perilaku sosial dan komunikasi.

ASD adalah gangguan spektrum yang luas, tidak ada dua orang dengan ASD memiliki gejala yang tepat sama.

Orang dengan ASD dapat berinteraksi dengan orang lain dan belajar dengan cara yang berbeda dari orang kebanyakan.

Beberapa orang dengan ASD membutuhkan sedikit bantuan dalam kehidupan sehari-hari mereka, sementara ada juga yang perlu banyak bantuan.

Perbedaan otak pria dan wanita

Studi sebelumnya menemukan bahwa otak rata-rata pria berbeda otak rata-rata wanita di fitur struktural tertentu. Misalnya, volume otak pria lebih besar dari otak wanita.

Untuk penelitian mereka, para ilmuwan memilih untuk fokus pada ketebalan korteks, karena ini adalah salah satu fitur otak yang bervariasi antara pria dan wanita, dan ditemukan berubah pada orang dengan ASD.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.