Luka Kecil yang Tak Diobati Membuat Jantung Gadis Kecil Ini Rusak

Kompas.com - 12/02/2017, 17:25 WIB
Abbi Holland menderita infeksi parah setelah terjatuh di taman bermain sekolah saat berusia 3 tahun. Infeksi muncul karena penanganan luka kecil yang tidak maksimal. Infeksi yang membandel telah merusak jantungnya, menyebabkan katup aorta menjadi bocor. Abbi Holland menderita infeksi parah setelah terjatuh di taman bermain sekolah saat berusia 3 tahun. Infeksi muncul karena penanganan luka kecil yang tidak maksimal. Infeksi yang membandel telah merusak jantungnya, menyebabkan katup aorta menjadi bocor.
|
EditorBestari Kumala Dewi

 

KOMPAS.com - Luka gores akibat jatuh di taman bermain mungkin terlihat sepele bagi sebagian orangtua, tapi Anda takkan lagi berpikir demikian setelah membaca kasus yang menimpa seorang gadis kecil asal Inggris ini.

Goresan sederhana menyebabkan Abbi Holland yang tinggal di Manchester harus menjalani operasi jantung terbuka demi menyelamatkan jiwanya.

Abbi baru berusia 3 tahun ketika ia tersandung di taman bermain sekolahnya. Bukannya mendapatkan penanganan luka yang tepat, Abbi justru diberitahu untuk membersihkan luka itu dengan tisu yang dibasahi air.

Sayangnya, beberapa jam kemudian, Abbi mengalami demam tinggi hingga 42,7 derajat celsius. Sontak, orangtuanya bergegas mengajak sang balita ke rumah sakit.

Dokter menyatakan luka Abbi telah terinfeksi dan gadis kecil itu tidak boleh meninggalkan rumah sakit selama empat bulan.

Pada saat itu Abbi menderita reaksi parah pada setiap resep antibiotik, sehingga baru kini, yaitu di usianya yang ke-7 tahun, Abbi dapat menjalani operasi untuk menyelamatkan nyawa. Infeksi yang membandel telah merusak jantungnya, menyebabkan katup aorta menjadi bocor.

Meski operasi berjalan sukses, Abbi tetap menghadapi konsekuensi di sisa hidupnya akibat luka kecil yang terinfeksi. Dokter percaya dia akan membutuhkan lebih banyak operasi ketika tua dan perlu minum obat secara rutin.

Orangtua Abbi tidak menyalahkan pihak sekolah atas apa yang terjadi. "Kami tidak mencoba untuk menyalahkan siapapun, kami hanya ingin memberitahukan kepada semua orangtua atau pengasuh anak untuk memberikan pertolongan pertama dasar dan betapa pentingnya mengobati luka sekecil apapun," kata Dave, ayah Abbi.

"Kami tidak ingin melihat anak-anak lain mengalami apa yang Abbi lalui," imbuhnya.

Menurut Mayo Clinic, cara terbaik menghadapi luka ialah mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengobati luka.

Lakukan tekanan lembut untuk menghentikan pendarahan, kemudian bilas dengan air bersih, lalu dengan segera menerapkan krim antibiotik atau antiseptik. Bila perlu tutup luka terbuka dengan plester atau perban untuk mengurangi paparan bakteri.

Jika melihat adanya tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, nyeri atau bengkak, segera periksa ke dokter. Perawatan dasar sederhana ini dapat membuat perbedaan besar pada kesehatan jangka panjang.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X