Kompas.com - 20/02/2017, 19:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Alves saat ini menerima terapi pengobatan untuk menyembuhkan gangguan dismorfiknya, tapi tetap saja dia tidak berhenti menjalani prosedur operasi plastik sejak didiagnosis.

Mencoba untuk "membetulkan" kelemahan fisik dengan operasi plastik dianggap sebagai gejala dari gangguan mental, menurut Mayo Clinic.

Hasil survei 2017 bulan Februari yang diterbitkan di Plastic and Reconstructive Surgery, menyatakan bahwa ahli bedah plastik bisa tidak mendiagnosa BDD meskipun sadar dan memahami tanda-tanda gangguan tersebut.

Masalah pernapasan Alves muncul kurang dari setahun setelah dia dilarikan ke rumah sakit karena komplikasi terkait operasi plastik.

Pada bulan April 2016, salah satu hasil operasi hidung Alves mengakibatkan nekrosis. Nekrosis adalah suatu kondisi di mana jaringan tubuh mati karena kekurangan suplai darah.

Begitulah, nampaknya Alves masih harus terus melakukan operasi demi operasi, yang kali ini bukan untuk membuat dirinya nampak seperti Ken tapi untuk memerbaiki apa-apa yang rusak akibat obsesinya ingin menjadi orang lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.