Kompas.com - 23/02/2017, 11:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan, sel-sel granulosa wanita yang berusia lebih tua juga menghasilkan reseptor sel follicle-stimulating hormone (FSH) yang lebih sedikit, tetapi menghasilkan reseptor luteinizing hormone (LH) dan progesteron yang lebih banyak.

Menurut penulis studi, perubahan dalam sensitivitas hormon inilah yang membuat luteinisasi terjadi lebih dini dan mencegah sel telur menjadi matang.

Tim menjelaskan bahwa biasanya proses luteinisasi terjadi setelah ovulasi, di mana kadar LH meningkat dan menyebabkan kadar FSH turun serta kadar progesteron ikut naik. Jika luteinisasi terjadi sebelum oosit meninggalkan ovarium, maka kemungkinan konsepsi akan berkurang.

Dr Wu mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa bukan penuaan sel telur yang bertanggung jawab terhadap rendahnya tingkat keberhasilan IVF pada wanita usia 40 tahun ke atas, tetapi penuaan lingkungan telur lah yang harus disalahkan.

"Kemungkinan untuk membalikkan kerusakan pada sel telur adalah hal yang mustahil. Temuan ini menarik, karena memberi harapan untuk meningkatkan keberhasil proses in vitro dengan cara menargetkan lingkungan pendukung sel telur ini," tambah Dr Wu.

Hasil temuan di atas, membuat tim peneliti berpikir, apakah jika penuaian oosit dilakukan lebih dini, sebelum luteinisasi awal, dapat meningkatkan keberhasilan fertilisasi in vitro?

Memetik oosit lebih dini dapat menaikkan tingkat keberhasilan IVF

Saat ini, biasanya, dokter yang melakukan IVF menunggu sampai folikel oosit mencapai 18-21 mm sebelum memberikan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) untuk "mematangkan" oosit, lalu memetiknya.

Dalam studi ini, Dr. Wu dan rekan mengadopsi pendekatan IVF di mana hCG diberikan ketika folikel oosit berukuran 16 mm. Ini adalah masa di mana terjadinya risiko luteinisasi awal lebih rendah sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil oosit ketika lebih muda atau belum dewasa.

Perbandingan hasil IVF konvensional dengan pendekatan baru mereka, menunjukkan bahwa pengambilan oosit lebih awal dapat menyebabkan peningkatan produksi embrio yang berkualitas baik sehingga tingkat keberhasilan menjadi lebih tinggi.

Dr Wu mengatakan, timnya berharap temuan mereka dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan pada wanita usia 40-an ke atas saat menjalani prosedur IVF.

Dr Wu menambahkan, manfaat pendekatan IVF yang baru ini masih perlu diuji dalam studi yang lebih besar. Tim juga berharap pengujian nanti, juga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan IVF pada wanita yang lebih muda.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.