Penduduk RI Menuju Menua

Kompas.com - 23/02/2017, 14:00 WIB
Ilustrasi lansia. ThinkstockphotosIlustrasi lansia.
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS — Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia akan melonjak pada 2030 atau setelah masa bonus demografi selesai. Saat itu, satu dari tujuh penduduk Indonesia berumur lebih dari 60 tahun. Meski memiliki sejumlah risiko, lonjakan penduduk lanjut usia itu belum diantisipasi.

Tahun 2016, Indonesia punya 22,6 juta lansia atau 8,75 persen penduduk dengan umur tengah 28 tahun. Namun 14 tahun lagi, jumlah itu akan naik jadi 41 juta orang atau 13,82 persen penduduk dengan umur tengah 32 tahun. Jadi pada 2030, Indonesia akan memiliki populasi menua (ageing population).

Menua adalah proses alami yang dihadapi semua bangsa. Meningkatnya usia harapan hidup, membaiknya layanan kesehatan dan naiknya derajat kesejahteraan membuat jumlah lansia bertambah. Namun, lansia identik penurunan fungsi hidup yang bisa membuat lansia jadi beban.

"Indonesia belum siap hadapi lonjakan lansia," ujar peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI), Dwini Handayani, seusai Diseminasi Hasil Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Pusdu BKKBN) di Jakarta, Rabu (22/2).

Ketidaksiapan itu tecermin dari rendahnya anggaran, program terbatas, dan pembangunan infrastruktur belum ramah lansia. Itu adalah buah dari kurang teperhatikannya lansia oleh pemerintah pusat dan daerah. Hal itu menjadikan lansia sebagai beban baru bagi bangsa pada masa depan karena kurang produktif, kerap sakit, dan tanpa jaminan kesejahteraan memadai.

"Pembangunan fokus ke warga usia produktif agar siap jadi lansia dan bonus demografi termanfaatkan," ucap Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Sanjoyo.

Rendahnya perhatian kepada lansia juga tecermin dari sedikitnya hak lansia terpenuhi meski dijamin Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia. Hak bekerja, mendapat pendidikan dan pelatihan, kemudahan penggunaan fasilitas umum, serta bantuan hukum dan sosial dinilai amat kurang.

Sejauh ini, lansia umumnya baru mendapat hak layanan keagamaan dan kesehatan. Program bina keluarga lansia dan posyandu lansia adalah program lansia yang digerakkan pemerintah meski belum merata.

Harus bekerja

Terabaikannya hak lansia membuat kesejahteraan mereka rendah. Survei Angkatan Kerja Nasional 2014 menunjukkan, 47,48 persen lansia bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.

Lansia sebaiknya tetap diberi kesempatan bekerja untuk aktualisasi diri dan kesehatan emosinya. Namun, banyak lansia harus bekerja karena desakan ekonomi atau menjadi tempat bergantung keluarga lain.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X