Kompas.com - 23/02/2017, 17:05 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) kini menjadi pilihan banyak pasangan dengan infertilitas. Pasangan suami istri dikatakan mengalami infertilitas atau tidak subur jika selama satu tahun setelah menikah belum juga hamil meski telah rutin berhubungan seksual tanpa kontrasepsi.

Banyak pasangan tertarik melakukan program bayi tabung karena, selain biayanya kini lebih terjangkau, program ini juga meningkatkan peluang kehamilan hingga 40 persen pada usia 35 tahun ke bawah.

Meski demikian, harus diakui bahwa tak semua program bayi tabung berjalan sukses, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kegagalan bayi tabung.

Menurut Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), konsultan fertility FKUI-RSCM yang juga anggota tim IA-RC (Reproductive Clinic) dan IA-IVF (In Vitro Fertilization) Daya Medika, kegagalan bayi tabung bisa disebabkan karena tiga faktor:

1. Kualitas embrio

“Bisa jadi kualitas embrio terlihat baik, menjadi 8 sel, 10 sel, bahkan menjadi morula dan blastokista. Tapi, ternayata di dalamnya ada kromosom yang enggak normal. Meski bisa menempel pada rahim. Tapi janin tidak akan berkembang, sehingga akan terjadi keguguran,” jelas dokter yang akrab disapa Iko ini.

2. Kondisi dinding rahim

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kondisi dinding rahim juga memengaruhi. Bagaimana ketebalan dinding rahimnya, bagaimana bentuk dinding rahimnya,” jelas dokter Iko.

3. Kesulitan transfer embrio

“Pada kasus tertentu memang bisa terjadi kesulitan saat transfer embrio, ini bisa jadi karena kondisi rahim yang hiperflexi, retroflexi, ada miom besar, ada penyempitan pada mulut rahim, atau ada riwayat sectio caesarean sebelumnya,” ujarnya.

Jika terjadi kegagalan, program bayi tabung bisa diulang dengan menggunakan frozen embrio atau embrio yang sudah dibekukan. Sehingga, calon ibu tak perlu menjalankan tahapan proses bayi tabung dari awal.

Ini karena pada saat program bayi tabung sebelumnya, sel telur yang dipetik tidak hanya satu, tetapi semua sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi. Sehingga, bisa dihasilkan beberapa embrio.

Meski yang ditanam ke dalam rahim hanya satu atau dua embrio, sisa embrio lainnya bisa dibekukan dan disipan untuk rencana kehamilan berikutnya.

“Yang menarik adalah proses transfer frozen embrio justru angka keberhasilannya lebih tinggi. Karena pada proses transfer frozen embrio tidak dilakukan penyuntikan hormon dan tentu kondisinya menjadi lebih alami,” jelas dokter Iko.

Dokter Iko menjelaskan, tak ada persiapan khusus sebelum dan sesudah melakukan program bayi tabung. “Yang harus dijaga adalah, calon ibu harus rileks dan tidak boleh stres,” ujarnya.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Hipotermia
Hipotermia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.