Kompas.com - 24/02/2017, 19:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

Faktor-faktor lain mungkin dapat mengatasi efek kafein seperti minum air putih, konsumsi kopi di pagi hari (dapat membatasi efek sampingnya), suhu (minuman panas dapat
menenangkan) dan asupan suplemen untuk menghalau depresi seperti L- Theanin, magnesium dan vitamin B kompleks.

Kapan kita perlu menghindari kopi? Ketika kita menghadapi masalah kecemasan parah. Jika belum didiagnosa dokter, ada tanda untuk mengetahui kadar kafein yang terlalu
tinggi.

Dr Goldberg mengungkapkan gejala seperti detak jantung berdebar-debar cepat, gemetaran, sakit perut dan sulit tidur.

"Kurangi konsumsi kopi, soda atau teh jika sedikit minuman masih memicu kecemasan atau meningkatkan sensitivitas," kata Dr David A. Greuner.

Jika manfaat minum minuman stimulan ini tidak melebihi mudaratnya, sebaiknya mempertimbangkan untuk tak minum kafein sama sekali.

Berhenti minum kopi ini bukan berarti selamanya. "Jika Anda mencoba menghilangkan kecemasan, amat membantu jika Anda menghindari kafein. Bukan berarti selamanya.
Boleh minum lagi jika masalah sudah hilang," kata Aman.

Masih ada minuman alternatif lain yang meningkatkan energi selain kafein. Misalnya saja ginseng atau teh hijau yang merupakan stimulan ringan dengan kafein rendah.

Pilihan lainnya, cobalah berolahraga di pagi hari sebelum bekerja yang merupakan
stimulan sehat.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X