Kompas.com - 25/02/2017, 11:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Anda tahu minuman berenergi tak baik untuk kesehatan. Namun, ada kalanya tenggat waktu, kewajiban sosial, dan hal-hal yang memaksa kita minum minuman berenergi untuk tambahan tenaga. Berbahayakah ini?

"Tenang, sepanjang minuman itu hanya diteguk sekali-sekali dan dalam jumlah sedang, Anda tak perlu takut," kata Marci Clow, direktur riset di Rainbow Light Nutritional Systems. Minuman berenergi yang jarang-jarang diminum masih oke. Saya tidak merekomendasikan diminum secara teratur," kata dia.

Salah satu alasannya adalah kandungan di dalam minuman berenergi, yaitu kafein, gula, dan pemanis buatan. Beberapa minuman berenergi mengandung 10 sendok teh gula. Jumlah gula itu setara dengan sekaleng minuman soda.

Dengan kandungan gula sedemikian banyak, minum satu atau dua kaleng minuman berenergi seminggu dapat menaikkan berat badan.

Di atas tambahan kalori, Clow mengatakan, ada yang harus diketahui perihal pemanis buatan. Beberapa studi menemukan konsumsi teratur pemanis buatan melatih otak untuk ketagihan manis lebih banyak lagi sehingga sulit untuk melawan keinginan minum minuman berenergi dan soda.

Sedangkan kafein dalam minuman berenergi cenderung memengaruhi peminumnya secara berbeda. "Beberapa orang menjadi lebih gampang gugup, sementara yang lain bisa minum dan tak merasakan apa-apa," ujar dia.

Namun, riset menemukan lebih dari 400 mg kafein per hari dapat mengganggu tidur dan menciptakan perasaan kurang enak. Kandungan minuman berenergi mengandung kafein berkisar antara 50 hingga 250 mg dalam satu kemasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Campuran gula dan kafein dalam minuman berenergi memberikan tambahan energi sementara. Tetapi, ketika efek itu hilang, kita jadi lebih lelah dari biasanya.

Untuk kombinasi minuman berenergi dan alkohol, peminum harus ekstra waspada. Kafein di dalam tubuh kita membuat peminumnya jadi merasa lebih sadar dari sebenarnya sehingga menyebabkan jadi minum lebih banyak dari seharusnya.

Itu menurut studi yang diterbitkan di jurnal Advances in Nutrition. Periset pun mengutip masalah kesehatan lain, seperti kerusakan otak remaja dan banyak orang yang harus dirawat di rumah sakit gara-gara kombinasi minuman keras dan minuman berenergi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Shape
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Ablasi Retina
Ablasi Retina
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.