Kompas.com - 02/03/2017, 17:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asupan makanan ternyata ikut mempengaruhi masalah persendian. Ahli gizi Mirza Hapsari Sakti mengungkapkan, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari ketika sedang mengalami nyeri sendi.

"Hindari makanan dengan minyak cukup tinggi, yang tinggi lemak trans. Makanan seperti ini bisa menyebabkan inflamasi (peradangan)," terang Mirza acara peluncuran program Sayangi Sendi oleh PT Kalbe Farma di Kantor PB IDI, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Mirza menjelaskan makanan berminyak dapat meningkatkan kolesterol, sehingga terjadi kekakuan aliran darah. Akibatnya, suplai oksigen yang dibawa dalam darah ke otot akan berkurang dan terjadilah inflamasi.

Mirza mengatakan, makanan yang memicu peradangan tentu dapat memperburuk masalah persendian. Peradangan harusnya dihentikan karena jika tidak, akan terjadi nyeri berulang.

Sendi adalah bagian yang menghubungkan dua tulang. Persendian mudah mengalami radang atau nyeri karena berbagai hal. Bisa disebabkan oleh cedera saat olahraga, adanya kerusakan tulang rawan, atau akibat pergerakan yang salah pada tubuh.

Selain itu, makanan berminyak seperti gorengan juga memicu kegemukan. Nah, kegemukan itu sendiri nantinya dapat meningkatkan risiko nyeri sendi, terutama bagian lutut yang selalu terbebani.

Masalahnya, junk food, gorengan, dan makanan tinggi lemak lainnya itu kerap menjadi makanan sehari-hari. Mulailah mengurangi makanan berminyak tersebut karena tak hanya menjadi masalah persendian, tetapi juga kesehatan di seluruh tubuh.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X