Kompas.com - 06/03/2017, 11:38 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Lima penyakit terkait rokok menjadi penyakit yang menghabiskan sekitar 25 persen dana Jaminan Kesehatan Nasional.

Pemerintah menyebut penyakit itu sebagai penyakit katastropik atau berbiaya mahal dan beresiko tinggi karena membahayakan penderitanya.

Sesuai data Kementrian Kesehatan, lima penyakit  itu mulai dari urutan terbesar klaim: jantung (Rp 6,9 triliun), kanker (Rp 1,8 triliun), stroke (Rp 1,5 triliun), gagal ginjal (Rp 1,5 triliun), dan diabetes melitus (Rp 1,2 triliun). (Harian Kompas 29/7/2016).

Pada 2016, total biaya pengobatan delapan penyakit katastropik Rp 14,58 triliun atau 22 persen dari total biaya layanan kesehatan JKN-KIS yang sebesar Rp 67 triliun. Khusus untuk jantung dan stroke, biayanya 13 persen dari total biaya layanan.

Mengapa merokok bisa menyebabkan penyakit-penyakit tersebut? Jawabannya karena asap rokok mengandung ribuan zat kimia, termasuk racun-racun, yang masuk ke paru-paru lalu meneruskannya ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Sebagian racun tersebut, misalnya karbon monoksida, dikenal sebagai radikal bebas yang mengambil oksigen untuk sel-sel darah merah. Radikal bebas ini memiliki sejumlah maslaah, mulai dari penuaan kulit sampai kanker.

Sementara itu, nikotin dalam asap tembakau menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi hormon yang meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, sehingga jantung bekerja lebih keras. Ini sebabnya perokok beresiko tinggi terkena serangan jantung dan stroke.

Menurut dr.Agus Dwi Susanto, spesialis paru dari RS Persahabatan Jakarta, nikotin menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah sehingga pembuluh darah menyempit (Harian Kompas/6/3/2017).

Konsekuensinya, pembuluh darah kecil menyempit, seperti pembuluh darah di otak memicu stroke, di pembuluh koroner memicu penyakit jantung koroner, di kemaluan membuat impotensi, dan di tali pusat menyebabkan janin cacat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.