Kompas.com - 06/03/2017, 17:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Semua perokok menghadapi risiko terkena serangan jantung lebih tinggi, namun ancaman paling tinggi ada di antara perokok yang berusia di bawah 50 tahun, kata sebuah studi terbaru.

Dibandingkan dengan mantan perokok dan bukan perokok pada kelompok usia yang sama, risiko serangan jantung hampir 8,5 kali lebih tinggi bagi perokok yang berusia lebih muda dari 50 tahun.

Salah satu ahli kesehatan yang mengkaji laporan itu mengatakan temuan ini harus digarisbawahi untuk mencegah generasi muda dari bahaya rokok.

"Melalui program kontrol tembakau yang komprehensif, yang mencakup larangan merokok di banyak lingkungan, pajak yang tinggi pada rokok, dan kampanye media anti-tembakau, kita dapat mengurangi tingkat penggunaan tembakau untuk rokok, penyakit jantung dan berbagai kondisi kesehatan lainnya," kata Patricia Folan, pemimpin Center for Tobacco Control di Northwell Health di Great Neck, New York.

Studi ini menemukan bahwa perokok yang berusia lebih tua, menghadapi risiko jantung yang lebih tinggi juga.

Dibandingkan dengan mantan perokok dan bukan perokok pada kelompok usia mereka, perokok berusia 50 sampai 65 tahun memiliki risiko serangan jantung lima kali lebih tinggi. Sementara itu, perokok di atas 65 tahun memiliki risiko tiga kali lebih tinggi.

"Semua pasien yang merokok memberitahu kami bahwa mereka berharap mereka bisa berhenti lebih cepat, sebelum kesehatan mereka terganggu, tetapi mereka hanya tidak tahu bagaimana melakukannya," kata Folan.

Untuk penelitian ini, para peneliti yang dipimpin oleh Dr Pernah Grech, dari Northern General Hospital di Sheffield, Inggris, menganalisa data dari lebih dari 1.700 pasien serangan jantung berusia dewasa di Inggris utara.

Para peneliti menemukan bahwa 48,5 persen masih merokok saat studi dilakukan, sekitar 27 persen adalah mantan perokok dan 24 persen adalah bukan perokok.

Perokok cenderung mendapat serangan jantung di usia lebih muda daripada mantan perokok atau bukan perokok, ungkap data penelitian.

Dibandingkan dengan bukan perokok dan mantan perokok, para perokok dua kali lebih mungkin memiliki riwayat penyakit jantung, dan tiga kali lebih mungkin untuk memiliki penyakit arteri perifer. Arteri perifer adalah penyumbatan pembuluh darah yang membatasi aliran darah ke kaki.

Secara keseluruhan, perokok memiliki risiko delapan kali lipat lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dibandingkan gabungan mantan perokok atau bukan perokok.

Para perokok muda cenderung tidak memiliki faktor risiko penyakit lain sebagaimana terlihat pada perokok yang berusia lebih tua, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor risiko serangan jantung adalah faktor risiko terpenting pada perokok muda, kata para peneliti.

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa deposit lemak di dalam pembuluh arteri para perokok lebih mungkin untuk pecah.

Folan mengatakan, bahwa temuan mereka berarti menggambarkan pentingnya terapi yang lebih intens terutama di kalangan para perokok muda, supaya mereka bisa berhenti.

Selain itu, perlunya lebih digalakkan langkah-langkah pencegahan yang menargetkan remaja dan dewasa muda.

Intinya, katanya, adalah bahwa "tidak pernah terlalu dini atau terlalu terlambat untuk mulai berbicara dengan pasien dan semua orang tentang berhenti dan menjauhi merokok.

Studi ini dipublikasikan secara online pada 29 November lalu dalam jurnal Heart.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CBS News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.