Kompas.com - 09/03/2017, 13:08 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

"Kami tak menyarankan bahwa semua orang puasa media sosial dan kami menyadari bahwa dunia saat ini media sosial merupakan alat yang sangat berharga. Kami tak punya banyak rekomendasi kecuali bahwa masyarakat merefleksikan penggunaan media sosial mereka dan memastikan mereka menggunakannya untuk kehidupan yang lebih baik," tambahnya.

Analisis-analisis sebelumnya dari peserta kelompok studi sama pun menemukan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan juga berhubungan dengan depresi dan masalah tidur.

Sebagai tindak lanjut, Primack saat ini melakukan studi bagaimana tepatnya masyarakat menggunakan media sosial jika misalnya mereka menggunakannya untuk berhubungan dengan mereka yang ditemui untuk menghabiskan waktu bersama di dunia nyata.

"Kami mencurigai ada perbedaan pada orang yang menggunakan media sosial sebagai tujuan dan mereka yang menggunakannya sebagai alat untuk mendongkrak hubungan nyata yang sudah dipunyai," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.