Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/03/2017, 18:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Terapi stem cell alias sel punca memang sedang diminati, bukan cuma untuk kesehatan tapi juga kecantikan. Klinik yang menawarkan terapi ini juga tumbuh subur karena banyaknya peminat.

Terapi stem cell pada dasarnya masih dalam tahap penelitian dan diperlukan pengawasan ketat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk melakukannya.

Di Amerika Serikat, tiga wanita dilaporkan mengalami buta permanen setelah melakukan terapi sel punca yang belum teruji di sebuah klinik di Florida.

Ketiga wanita yang berusia akhir 70-an itu menderita penyakit penurunan penglihatan akibat usia (degenerasi makular). Oleh dokter, kedua mata para wanita itu disuntikkan dengan sel punca yang diambil dari jaringan lemak mereka sendiri.

Keesokan harinya, retina wanita para pasien itu lepas. Dua orang menderita buta sebagian, dan satu orang buta permanen.

Dua pasien mengaku datang ke klinik itu karena melihat dalam data resmi pemerintah AS sebagai klinik yang mencari responden penelitian. Namun, sebenarnya klinik itu telah menarik diri dari daftar.

Kasus tersebut bisa menggambarkan betapa beresikonya terapi yang belum mendapat persetujuan lembaga berwenang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber menshealth
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kanker Serviks
Kanker Serviks
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+