Kompas.com - 20/03/2017, 18:36 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Noll menjelaskan bahwa tubuh itu memiliki waktu sendiri, sehingga perubahan fisik dan perkembangan terjadi bersamaan. Hal ini memastikan bahwa ketika seorang anak secara fisik berubah, ia tak cukup memiliki perkembangan psikologis yang cukup untuk menghadapi perubahan kedewasaan.

"Situasi stres tinggi seperti pelecehan seksual anak dapat menyebabkan hormon stres meningkat sehingga menyebabkan pubertas dini dari standar lini masa biologi normal," kata Noll. "Ketika kedewasaan fisik menyalip perkembangan psikososial seperti ini, ketidaksinkronan ini disebut mal-adaptasi," tambahnya.

Ini bukanlah studi pertama yang meneliti efek pelecehan seksual terhadap pubertas pada gadis kecil. Studi dari Cornell University pada 2013 menemukan bahwa gadis yang mengalami pelecehan seksual mengalami pubertas lebih cepat. Mereka pun cenderung bermasalah emosi.

Peneliti menemukan gadis-gadis yang mengalami pubertas lebih cepat dibanding teman-temannya cenderung menjadi sasaran gangguan seksual teman-temannya dan menerima banyak komentar tak diinginkan mengenai tubuh mereka.

Bagi mereka yang memiliki riwayat pelecehan seksual, tantangan, dan tekanan ini mungkin menjadi titik kritis untuk kelainan emosi seperti depresi dan kecemasan.

Tim peneliti percaya penemuan ini menambah bukti peranan stres dalam pubertas. Mereka pun berharap penemuan ini membuka peningkatan pencegahan dan bantuan psikososial bagi gadis muda yang mengalami efek kedewasaan dini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.