Kompas.com - 22/03/2017, 09:03 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Air putih membantu kita terhidrasi, mencegah makan berlebihan dan bahkan bisa membakar kalori ekstra. Tapi, percaya atau tidak, ada saat-saat di mana Anda harus berhenti minum air putih untuk sementara.


Ketika Anda Sudah Cukup Minum

Ketika melihat botol air di kulkas dengan embun-embun dingin, mungkin Anda ingin segera meneguknya. Tapi, tunda dulu keinginan itu jika Anda sudah cukup terhidrasi.

Minum berlebihan bisa menempatkan Anda pada risiko kesehatan, kadar sodium Anda bisa terlalu rendah. Kondisi ini dikenal dengan nama hiponatremia.

Hiponatremia juga dapat disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan hati, ginjal, jantung, atau kelenjar pituitari, kata dokter integratif Taz Bhatia, M.D.

Selain itu juga, oleh obat-obatan tertentu, seperti obat yang bersifat diuretik, antidepresan dan obat pereda nyeri.


Ketika Urin Berwarna Jernih

Bagaimana Anda tahu bahwa air putih yang Anda minum sudah cukup? Jika Anda melihat warna urin Anda sudah bening jernih.

Itu artinya Anda telah mencapai status hidrasi optimal. Warna urin kuning gelap adalah tanda agar Anda segera minum lebih banyak.


Jika Makan Banyak

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X