Kompas.com - 30/03/2017, 14:48 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Anemia merupakan suatu kondisi yang tidak sehat di mana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Kondisi ini rentan dialami kaum wanita.

Menurut Prof.Endang L Achadi, Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, wanita rentan anemia defisiensi zat besi karena secara alamiah akan kehilangan darah melalui menstruasi dan kehamilan.

Pada umumnya, gejala anemia muncul terkait dengan kurangnya suplai oksigen ke jaringn dan organ tubuh.

"Bila otot kekurangan oksigen, maka akan menyebabkan otot kurang berfungsi optimal, akibatnya cepat lelah, lesu, letih, dan lemah. Bila otak yang kekurangan oksigen, maka akan kurang konsentrasi, mudah mengantuk, dan pusing," katanya dalam siaran pers Indonesia Bebas Anemia yang diterima Kompas.com.

Ada beberapa penyebab langsung anemia, yakni rendahnya asupan zat gizi yang penting untuk pembuatan hemoglobin, yakni zat besi, asam folat, vitamin B12, dan protein. Selain itu, perdarahan, kecacingan, serta penyakit malaria dan thalasemia, serta luka, juga bisa menyebabkan pengeluaran sel darah merah meningkat.

Di Indonesia, menurut Endang, sebagian besar anemia karena kekurangan zat besi. "Bahan makanan sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari pangan nabati, sementara zat besi dari nabati lebih sulit diserap oleh tubuh. Akibatnya, rata-rata makanan penduduk Indonesia mengandung zat gizi besi lebih rendah dari kebutuhan tubuh," katanya.

Selain itu, kasus kecacingan juga tinggi. Cacing di usus akan menghisap darah di saluran pencernaan.

Anemia dapat dicegah, yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk makanan sumber zat besi dari sumber protein hewani. Hindari mengonsumsi teh, kopi, atau susu, bersamaan dengan waktu makan karena akan menurunkan penyerapan zat besi.

Suplementasi tablet tambah darah juga dianjurkan. Program pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil yang datang ke petugas dan fasilitas kesehatan juga sudah lama dilakukan. Program pemerintah untuk pencegahan anemia diperluas ke kelompok masyarakat lainnya, khususnya wanita usia subur dan remaja puteri.

Selain pola makan, aktivitas fisik yang teratur juga penting untuk mencegah anemia. Menurut dr.Michael Triangto, Sp.KO, aktivitas fisik dapat memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh, tubuh menjadi bugar, kinerja dan produktivitas pun meningkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.