Waspada Wanita, Risiko Kanker Payudara Meningkat Akibat Pewarna Rambut

Kompas.com - 10/12/2019, 13:54 WIB
pita merah mudah sebagai simbol kanker payudara Pixabay/marijana1pita merah mudah sebagai simbol kanker payudara

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi, kanker payudara adalah salah satu penyakit paling ditakuti oleh perempuan di seluruh dunia.

Menurut data WHO, angka kanker payudara di Indonesia terbilang cukup tinggi, yaitu 58.256 kasus baru selama 2018. Angka tersebut membuat kanker payudara menempati peringkat pertama kasus kanker yang terjadi di Indonesia.

Dari angka tersebut, 22.692 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Melihat jumlah angka yang besar ini menyadarkan kita betapa "menakutkan" kanker payudara.

Kabar buruknya lagi, sebuah penelitian terbaru menunjukkan jenis penyakit ini dapat dipicu oleh hal sederhana. Hal sederhana yang dimaksud adalah bahan kimia dalam pewarna dan pelurus rambut.

Padahal, dua hal ini terbilang cukup dekat dengan kehidupan perempuan yang selalu ingin terlihat cantik.

Baca juga: Manfaat Bawang untuk Cegah Kanker Payudara

Sayangnya, studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer itu menunjukkan bukti bahwa penggunaan dua produk kecantikan tersebut meningkatkan risiko kanker payudara.

Hasil riset ini didapatkan setelah para peneliti menganalisis data dari hampir 47.000 perempuan di AS.

Para perempuan yang direkrut dinyatakan bebas kanker payudara tapi memiliki saudara perempuan yang didiagnosis dengan penyakit tersebut.

Mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait kesehatan, gaya hidup (terutama penggunaan produk rambut), hingga demografi di awal penelitian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber WebMD,Time
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X