Kompas.com - 11/12/2019, 10:00 WIB

Lebih parah, para penderita HIV ini tidak malah dirangkul untuk dimotivasi, tapi dijauhi.

Keputusan untuk menghindari penyintas HIV/AIDS adalah pilihan yang salah. Hal ini tak sesuai dengan semangat peringatah Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2019.

Tahun ini puncak peringatan HAS mengangkat tema global “Communities Make the Difference”.

Dikutip dari laman Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI www.p2p.kemkes.go.id, tema itu diangkat untuk mengingatkan pentingnya peran komunitas, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam Penanggulangan AIDS, yaitu dalam pemberian layanan HIV, penegakkan hak asasi manusia (HAM), dan pendampingan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam pengobatan.

Sedangkan untuk tema nasional HAS, yakni “Bersama Masyarakat Meraih Sukses”. Dengan tema ini, Kemenkes ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meraih sukses dalam mencapai three zeros pada tahun 2030.

Maksudnya, pada tahun itu ditarget tak ada lagi 3 hal ini: infeksi baru HIV, kematian yang disebabkan karena HIV/AIDS, dan diskriminasi terhadap ODHA di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.